Fingerprint untuk Meningkatkan Kedisplinan Guru

KAB. BANDUNG, eljabar.com,– Unit Pelaksana Teknis (UPT) TK, SD dan Non Formal Kec. Cicalengaka, Kab. Bandung menggelar rapat rutin bulanan bersama para kepala dan pengawas SDN, di Gedung Pusat Kegiatan Guru (PKG) Cicalengka, Selasa (8/1/2018).

Kepala UPT Cicalengka Drs. H. Nandang mengatakan, rapat dinas rutin tahun 2019 ini bertepatan dengan awal tahun semester dua, sekaligus sosialisasi penggunaan daftar hadir harian menggunakan fingerprint.

“Dengan fingerprint, semoga bisa terkoneksi ke Kabupaten Bandung. Selain itu, dengan fingerprint kehadiran guru dan kelapa sekolah termonitor dan bisa datang tepat waktu. Sebab, jika kesiangan akan ketahuan,” ujarnya.

Selain itu, tambah H. Nandang, diharapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) mengikat.

Ketua Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cicalengka H. Koswara, S.Pd., mendukung atas penggunaan fingerprint agar guru dan kepala SDN datang lebih tepat waktu.

“Perlu disampakan, jam kerja guru dibandingkan dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lain lebih sedikit. Namun, tanggung jawabnya besar. Sebab selama siswa berada di sekolah itu tanggung jawab sekolah, yakni kepala sekolah dan guru, termasuk kesehatah dan keselamatnya harus terjaga,” beber H. Koswara.

Terakhir, dia menyampaikan bahwa KPRI Cicalengkan akan melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) pada awal Maret 2019 mendatang.
Asep Tatang, S.Pd selaku pegawas SD mengatakan, kepala sekolah sebagai edukator, managerial harus bisa mengembangkan kewirausahaan.

“Contohnya di lingkungan sekolah, banyak sampah harus dikelola dengan cara dipisah, antara sampah organik dan non organik, lalu dikumpulkan untuk nantinya bisa dijual. Banyak manfaatnya, serta lingkungan sekolah bersih,” ujarnya.

K3S Kec. Cicalengaka Dede Sumpena, S.Pd juga mengaku mendukung atas penggantian daftar hadir, yang dulunya memakai kertas, sekarang menggunakan fingerprint.
“Benar, supaya guru dan kepala sekolah datang tepat waktu,” ucapnya. (A56)

Categories: Pendidikan