Puluhan Anggota PP Jatinangor Tinjau Korban Puting Beliung Rancaekek

SUMEDANG, eljabar.com — Paska terjadinya musibah angin puting beliung yang terjadi pada hari Jum’at, 11 Januari 2019 yang mengakibatkan ratusan bangunan rumah luluh lantah tepatnya di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.

Puluhan anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) dari PAC Kecamatan Jatinangor meninjau tempat terjadinya musibah tersebut, adapun maksud dari kunjungan tersebut ormas PP PAC Jatinangor ingin melihat langsung seberapa parah akibat dari musibah tersebut, Selasa (15/01/2019).

Vina Konstantia, salah seorang pengurus ranting Desa Jatimukti yang ikut rombongan, mengatakan, “Kami bukan hanya ingin melihat langsung dampak dari musibah angin puting beling tersebut, akan tetapi kami juga ingin sedikit berbagi sedikit rizki dengan beberapa warga yang terkena musibah,” katanya.

“Salah satunya dengan ibu Hj. Kurniawati (60) warga Dusun Linggar Jati RT 1 RW 14 Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek, kami langsung mendatangi posko kesehatan. Alhamdulilah kami bisa bertemu langsung dengan beliau dan kami langsung berbincang bencang sambil mendengarkan cerita saat kejadian bencana itu terjadi serta bisa berbagi rizki walau nominalnya tidak seberapa tapi kami bangga bisa berbagi,” kata Vina.

Dari cerita ibu tersebut ternyata sungguh sangat tragis, ibu Hj. Kurniawati terpontang panting oleh angin puting beliung hingga belasan meter dan yang lebih tragisnya lagi beliau sambil memegangi salah satu cucunya yang masih berusia 5 bulan tapi, alhamdulilah bayi tersebut bisa diselamatkan walau ibu tersebut harus terluka parah. Alhamdulilah nenek dan cucu tersebut selamat.

Ditempat yang sama Hj. Kurniawati mengatakan kepada wartawan eljabar.com, “Alhamduliah nyawanya beserta cucu yang pada saat kejadian tergerus oleh angin puting beliung bisa selamat. Saat saya pulang dari pengajian tersontak kaget karena ada suara gemuruh angin yang sangat keras, kebetulan posisi saya masih diluar rumah dan lagi menggendong cucu mendengar angin gemuruh dan mendengar teriakan dari tetangga sekitar sambil mengeluarkan kalimat allhuakbar saya langsung respek memegangi cucu kabdung yang berusia 5 bulan,” jelasnya.

“Tanpa diduga angin puting beliung tersebut datang menghapiri dan langsung saya beserta cucu terpontang panting terbawa oleh angin puting beliung tersebut hingga belasan meter, tapi alhamdulilah masih bisa terus memegang erat erat cucu dan akhirnya bisa lolos dan selamat, walau saya harus mengalami beberapa luka di badan serta mengalami patah tulang di lengan kanan akan tetapi cucu yang berusia 5 bulan tersebut bisa di lindungi dan akhirnya selamat tidak mengalami luka yang serius,” katanya lirih.

Akan tetapi cucu Hj. Kurniawati yang berusia 5 bulan yang selamat dari amukan angin puting beliung tersebut, berbeda nasibnya dengan cucu nya yang satunya lagi. Anak usia 3,5 tahun yang masih cucu kandungnya, samapi saat ini harus terbaring di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, anak tersebut tertimpa asbes atap rumah yang pada saat kejadian berterbangan dan akhirnya menimpa kepala anak kecil berusa tiga tahun setengah tersebut. Balita tersebut luka parah hingga harus menjalani operasi tulang kepala, Alhamdulilah.

“Cucu saya bisa melaksanakan operasi dan bisa ditangani oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dengan bantuan BPJS. Yang sebelum dibantu oleh gubernur, keluarga kami gelisah dan kebingungan karna setelah di bawa ke salah satu rumah sakit didaerah ini, kami langsung mendapat rujukan ke Rumah Sakit besar yang ada di Bandung, akan tetapi kami terkendala dengan biaya yang harus kami bayar kalau misalkan harus dioperasi di rumah sakit tersebut, biaya yang harus kami keluarkan hampir sekitaran Rp.40 juta sedangkan rumah sakit tersebut tidak bersedia melayani karena kami hanya memiliki kartu peserta BPJS. Untung saja kami segera mendapat bantuan dari Bapak Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan akhirnya alhamdulilah bisa ditangani dan dilaksanakan operasi oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Terimakasih bapak Gubernur Jawa Barat,” ujarnya. (Arip Ogah)

Categories: Regional