Pemkab Berdayakan Buruh Tani di Kabupaten Sumedang

SUMEDANG, eljabar.com — Sebanyak 260 orang peserta yang terdiri dari Pejabat Struktural pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta para tenaga Penyuluh Pertanian, mengikuti Rapat Koordinasi Pemberdayaan Buruh Tani di Aula Tampomas Setda, Kamis (21/02/2019).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Sumedang Doni Ahmad Munir dan didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Kasat Intel Polres Sumedang tersebut membahas tentang program pengentasan angka kemiskinan. Dimana salah satu yang masuk kedalam keluarga miskin merupakan dari golongan buruh tani.

Bupati mengatakan sesuai dengan Visi Misi Sumedang Simpati, yang tertuang dalam RPJMD dan target didalam resentra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang. Buruh tani harus terentaskan ditahun pertama sebanyak 1000 orang sampai 5000 orang semasa periode 2018-2023.

“Saya meminta agar seluruh pihak terkait dapat serius untuk mensukseskan program pengentasan kemiskinan tersebut di Kabupaten Sumedang. Semua jajaran atau petugas pertanian dan ketahanan pangan, baik penyuluh, kepala UPT dan staf harus mencurahkan dan keberpihakan kepada program unggulan ini,” ucapnya.

Ditambahkan Bupati pihaknya juga berharap jika telah dilakukan pemetaan di kelompok buruh tani, Dinas Pertanian beserta jajaran harus segera lounching pemberdayaan buruh tani di setiap kecamatan.

“Program dari berbagai sumber dan anggaran di lingkup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, mulai tahun ini sampai tahun 2023 harus diprioritaskan kepada buruh tani sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Namun demikian Bupati juga menilai serta mengapresiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam usahanya untuk meningkatkan produksi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Sumedang.

“Kami meyakini, jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah memiliki inovasi dan kreatifitas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya untuk memajukan pertanian di Sumedang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ir Yosef Suhayat menyebutkan beberapa langkah yang akan dilakukan untuk mensukseskan program tersebut.

“Rencananya tahun 2019 ini lembaga Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) sebanyak 21 desa yang tersebar di 15 kecamatan akan segera difasilitasi. Sebelumnya yang sudah terfasilitasi dari tahun 2017-2018 ada 30 desa dan tersebar di 19 kecamatan,” paparnya.

Yosef mengatakan adapun fasilitas yang diberikan oleh pemerintah berupa perangkat komputer, speakerphone, Modem dan Kamera.

“Itu nanti mereka bisa mengikuti telekonprence dengan Posluhdes seluruh Kabupaten/kota se Jawa Barat. Serta nanti akan melaksanakan pertemuan rutin di setiap Posluhdes dengan mencari informasi bidang pertanian di Website,” terangnya.

Yosef juga menjabarkan, luas wilayah total di Kabupaten Sumedang ada sekitar 155.872 Ha. Yang terbagi untuk lahan sawah sekitar 31.694 Ha, lahan non pertanian 51.740 Ha dan untuk lahan kering 72.438 Ha.

“Jadi saya ingin menekankan lahan di Sumedang ini sangat luas dan masih marginal atau belum termanfaatkan,” ungkapnya.

Yosef menerangkan beberapa agenda yang akan dilakukan untuk pemberdayaan buruh tani di Kabupaten Sumedang.

“Diantaranya Koordinasi dan identifikasi potensi lahan yang ada di wilayah binaan, identifikasi keahlian serta arah dan minat usaha, musyawarah penumbuhan kelompok buruh tani dan pengukuhan oleh kepala desa dengan anggota kurang lebih 50 orang, penyusunan rencana usaha kegiatan kelompok buruh tani, perencanaan dan penganggaran pendamping, terakhir launching pemberdayaan buruh tani tingkat kabupaten,” pungkasnya. (Abas)

Categories: Pemerintahan

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com