Dibuka Gubernur, Bupati Sumedang Hadiri Forum Kopdar di KBB

SUMEDANG, eljabar.com — Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman bersama Asisten Pemerintahan Endah Kusyaman dan Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Sumedang Hj. Tuti Ruswati,  malam tadi, senin (4/3/2019) menghadiri Forum Koordinasi penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) yang berlangsung di Green Forest Resort, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan dibuka oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan  diikuti oleh para Bupati/Walikota se-Jawa Barat. Pertemuan ini diselenggarakan dalam rangka silaturahmi sekaligus sinkronisasi program pembangunan tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Kopdar triwulan ke-1 terbagi kedalam 4 sesi sesuai dengan wilayah administrasi pemerintahan. Di setiap sesi, para peserta yang terdiri dari para bupati/walikota diberikan waktu masing-masing 10 menit untuk menyampaikan presentasi program serta berbagai usulan pembangunan sesuai dengan urgensi dan prioritas di daerah masing-masing.

Dalam pertemuan ini dibahas pula  mengenai lintas kewenangan diantaranya pembahasan mengenai  pembangunan di wilayah sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) yang wilayahnya berada di kabupaten/kota, tapi kewenangan pembangunannya ada di pusat. Kemudian, persoalan antar daerah perbatasan, tranportasi, air bersih, sampah, trayek dan rencana-rencana infrastruktur besar.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir dihadapan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada sesi ke-4, memberikan pemaparannya terkait dengan kondisi eksisting kabupaten Sumedang. Ia mengatakan, saat ini  indikator makro Kabupaten Sumedang rata-rata masih berada di bawah Jawa Barat.

Pemerintah kabupaten Sumedang menargetkan IPM kabupaten Sumedang berada pada angka 71,92  lebih tinggi dari target yang telah ditetapkan provinsi.  Terkait dengan angka kemiskinan,  Pemerintah Kabupaten Sumedang juga menargetkan  turun  8.16 % . Menurut bupati, target ini cukup progresif dari tahun sebelumnya dengan angka 9.76.

Bupati menjelaskan beberapa upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Sumedang dalam rangka menurunkan angka kemiskinan tersebut diantaranya melalui program rumah besar penanganan fakir miskin dan lansia.

“Kantung kantung kemiskinan  di kabupaten Sumedang rata-rata berada di desa dan sekitar hutan, mata pencaharian mereka adalah buruh tani tapi tidak memiliki lahan. Tahun ini kita targetkan 1000 buruh tani, kita latih dan kita berdayakan, dipinjamkan lahan perhutani dan kas desa. Kita bantu modal, pupuk benih, alat mesin pertanian dan dilatih digital marketing agar petani bisa conect memasarkan produknya.  Kemudian Kedua, yaitu melalui progra. One Vilage One Company. Dan Ketiga, kita arahkan dana desa dan juga memberdayakan Bumdes,” jelas bupati.

Terkait dengan usulan pembangunan di Kabupaten Sumedang, beberapa usulan  yang disampaikan Bupati antara lain pembangunan Stadion Olahraga Internasional di Ujungjaya, Pembangunan Gedung Kreatif Palasari, Pembanguna Comand Center IPP, Pembangunan Sport Venyer Tajimalela (lanjutan), Pembangunan Desa Wisata Jatigede (Floating Market, Forest Walk,  Venue Paralayang, Kampung Warna Warni, Camping Ground, Home Stay).

Sementara itu, lewat Kopdar kali ini, Ridwan Kamil mengajak bupati/wali kota untuk menyinergikan sekaligus mengoptimalkan arah pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur, baik yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) atau provinsi.

Ridwan Kamil pun meminta supaya bupati/wali kota bisa menindaklanjuti program pembangunan yang telah berjalan dan yang akan direncanakan serta dapat mengakomodasi program yang diinginkan dan dibutuhkan masyarakat dalam mencapai visi pembangunan yang dituju.

“Kami tidak mau lagi arah pembangunan kurang sinkron. Artinya lewat Kopdar ini disinkronisasi. Karena mobil Jawa Barat ini mau di-gass poll mau digeber, ini para penumpang, para sopir harus nyaman, jelas arahnya, berapa kecepatannya,” katanya.

Lanjut dikatakan Ridwan Kamil, setelah aspirasi daerah ini dipahami, ia akan memperjuangkan pelaksaan program tersebut melalui program gubernur. Ia pun meminta dukungan dari semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan.

“Semuanya buat rakyat, ada Jabar Quick Response, dibentuk kalau belum, ada Layad Rawat, dimaksimalkan kalau belum, Kredit Mesra di masjid dikampanyekan, dan lain- lain,”Kalau ini terjadi dan kita sering berkomunikasi, maka Jawa Barat akan ngabret maju, kondusif, dan makin luar biasa,” pungkasnya. (Abas)

Categories: Pemerintahan

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com