FKPQ Wisuda 1019 Santri dari TPQ se-Kabupaten Sumedang

SUMEDANG, eljabar.com — Sebanyak 1019 santri Taman Pendidikan Al-qur’an (TPQ) se-Kabupaten Sumedang mengikuti prosesi Wisuda Santri yang digelar oleh Forum Komunikasi Pendidikan Al-qur’an (FKPQ) Kabupaten Sumedang, bertempat di Pendopo IPP Setda Kabupaten Sumedang, Minggu (21/04/2019).

Prosesi wisuda ini dibuka oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir ditandai dengan penyerahan ijasah dan hadiah yang diberikan secara simbolis kepada tiga orang santriwati terbaik dari kecamatan Cibugel, Darmaraja dan Cisarua.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kakanwil Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Kasi TPQ Provinsi Jawa Barat, Ketua FKPQ Provinsi Jawa Barat, Ketua FKPQ Kabupaten Sumedang, para ustad dan ustadzah serta para penyuluh dan para orangtua santri.

Ketua Panitia Wisuda Santri H. Yayan dalam laporannya menyampaikan, kegiatan wisuda ini merupakan gelombang kedua yang mana gelombang pertama, telah dilaksanakan sebelumnya di wilayah Kecamatan Cimanggung. Adapun jumlah lulusan yang diwisuda pada gelombang pertama diikuti oleh 1200 santri dan pada gelombang kedua ini diikuti oleh 1019 santri TPQ dari 11 Kecamatan se-Kabupaten Sumedang.

Dikatakan Yayan, maksud dan tujuan Wisuda Santri ini, sebagai ikhtiar untuk menciptakan anak anak sholeh dan sholehah serta menyiapkan santriwan santriwati yang bisa membaca, qiro’at dan menghapal Al-qur’an.

Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir dalam kesempatan tersebut mengapresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan. Menurutnya, Wisuda santri yang dilaksanakan, merupakan bagian dari upaya menanamkan kebiasaan sekaligus meningkatkan kualitas kemampuan baca tulis Al Quran bagi anak-anak serta menumbuh kembangkan generasi yang gemar membaca Al Quran di Kabupaten Sumedang.

Bupati juga mengharapkan, melalui wisuda ini para santri yang sudah dinyatakan lulus tidak berhenti untuk mengaji dan mendalami Al-Quran sehingga dapat melahirkan generasi-generasi Qurani.

“Selamat kepada anak-anak yang telah berhasil diwisuda. Diharapkan melalui wisuda ini para santri yang sudah dinyatakan lulus, bukan berarti  telag berhenti mengaji dan mendalami Al-Quran. Namun ini merupakan langkah awal untuk terus mengaji dan mendalami Al quran sampai hafal dan diamalkan dalam kehidupan keseharian. Jadilah generasi qurani dan rabani yang membanggakan orangtua,” harapnya.

Lebih lanjut dikatakan Bupati, ia mengajak orang tua siswa untuk berperan aktif dalam mengajarkan anak-anaknya belajar membaca Al-quran sejak usia dini sebagai pondasi kehidupan dalam membentuk insan yang beriman dan bertaqwa.

Bupati juga berpesan kepada para ustad ustdazah untuk meneruskan pengabdiannya dalam mendidik dan membina anak-anak dalam membaca Alquran.

“Kepada orangtua saya mohon terus mengarahkan putra putrinya mengaji untuk menguatkan pondasi iman dan takwa putra-putri kita. Putra putri yang sholeh adalah harapan orangtuanya. Caranya adalah berikan pendidikan agama dan mengaji sejak dini supaya menjadi anak-anak yang sholeh,” ujarnya.

Terakhir Bupati Dony menambahkan, sebagai bentuk perhatian pemerintah Kabupaten Sumedang untuk kemajuan pendidikan agama, tahun ini pemerintah telah menganggarkan 3 milyar bagi para guru ngaji dan 40 ruang kelas baru. Selain itu, ia juga telah mendatangani Keputusan Bupati tentang wajib Diniyah bagi anak yang beragama islam sebagai syarat utama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

“Mulai bulan juni ini, Wajib memiliki ijasah dari TPQ, TPA dan MDA. Ijasah ini berlaku untuk melanjutkan kesekolah tingkat SLTP, yang tidak punya ijasah tidak bisa masuk SMP di Sumedang. Pemerintah mewajibkan sekolah agama supaya sejak dini belajar agama pondasi agamanya kuat,” pungkasnya. (Abas)

Categories: Pendidikan

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com