Pentas PAI Perkokoh Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam

SUMEDANG, eljabar.com — Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) merupakan wahana kompetisi dan apresiasi siswa sekolah dalam upaya memperkokoh keterampilan dan seni pendidikan Agama Islam. Diharapkan menjadi motivasi bagi siswa dalam mengikuti pendidikan Agama Islam secara keseluruhan yang pada gilirannya dapat meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia.

Sekitar lima belas ribu orang tumpah ruah di Alun-alun Sumedang untuk mengikuti Pembukaan Pentas PAI Tingkat Provinsi Jawa barat Tahun 2019, Senin (29/04/2019).

Kabupaten Sumedang didaulat sebagai tuan rumah pada acara Pentas PAI tahun 2019 yang diikuti oleh seribu enam ratus tiga puluh lima orang peserta mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SLB, dan SMK, dari dua puluh tujuh Kabupaten/Kota se Jawa Barat.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, dalam sambutannya mengatakan, menjadi tuan rumah pada pelaksanaan Pentas PAI merupakan tantangan sekaligus sebagai kado istimewa Hari Jadi Sumedang, manakala Sumedang mampu menyelenggarakan kegiatan se tingkat Provinsi tersebut dengan sukses.

“Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Kabupaten Kota se Jawa Barat yang telah mengirimkan sejumlah Kafilah Pentas PAI, semoga kegiatan ini menjadi momentum yang tepat dalam rangka mempererat ukhuwah islamiyah, serta menciptakan persatuan dan kesatuan antar sesama khafilah se Jawa Barat,” ucapnya.

Menurut Bupati ada beberapa makna yang bisa diambil pada pelaksanaan Pentas PAI tersebut.

“Kegiatan ini harus dijadikan sebagai wahana untuk mengembangkan syiar Islam di Jawa Barat, serta sebagai wahana untuk mengembangkan minat dan bakat para siswa dan siswi, terutama mengasah kesenian dan keterampilan di bidang agama Islam yang mudah-mudahan menjadi generasi Qurani yang sholeh dan sholehah. Disamping itu menanamkan kebiasaan untuk siap berkompetisi, karena kompetisi merupakan awal dari kemajuan dan perubahan, siap menang dan siap belajar,” paparnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang diwakii oleh Staff Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Agus Hanafi membuka secara langsung pelaksanaan pembukaan Pentas PAI tersebut. Ia mengatakan saat ini dengan dibantu oleh perkembangan teknologi dan informasi, penyebaran pemikiran-pemikiran yang cenderung merusak dasar akidah dan keimanan umat Islam semakin masif.

“Harapannya dengan adanya Pentas PAI ini, pola pikir dan adat kebiasaan yang berakar pada tradisi Islam bisa terus digalakan dan menjadi benteng bagi anak muda kita dalam melihat dunia,” ungkapnya.

Ditambahkan Agus, ada tiga tantangan yang harus dihadapi oleh dunia pendidikan di masa depan, yaitu fokus mengembangkan kemampuan non kuantitatif, mempersiapkan anak didik agar mampu menghadapi segala tantangan dan ancaman, serta kemampuan literasi yang baik salah satu diantaranya literasi digital.

“Sekolah harus bisa dan mampu menciptakan lingkungan dimana para siswa bisa berkreasi dan mengekspresikan rasa seninya secara baik. Dibutuhkan tidak saja kemampuan guru untuk melihat dan beradaptasi dengan jaman, namun  juga dukungan sarana prasarana pun kirana perlu ditingkatkan,” pungkasnya.

Hadir pada kegiatan tersebut perwakilan Bupati dan Wali Kota se Jawa Barat, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, Kadisdik Provinsi Jawa Barat, unsur Forkopimda Kabupaten Sumedang, para Kepala SKPD, Camat se Kabupaten Sumedang, Kepala Kemenag, dan tamu undangan lainnya.

Di akhir acara dilakukan Deville yang di ikuti oleh seluruh peserta Pentas PAI. (Abas)

Categories: Pendidikan

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com