Bersama Baznas, Pemkab Sumedang Gencar Jalankan PBBA

SUMEDANG, eljabar.com — Pemerintah Kabupaten Sumedang tengah gencar menjalankan program-program yang mampu mendukung perwujudan Sumedang Agamis, sebagaimana tercantum dalam visi misi Sumedang Simpati.

Selasa (29/04/2019), Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan menghadir acara Pembukaan Pemberantasan Buta Bahasa Al-Quran (PBBA), yang di inisiasi oleh Baznas Kabupaten Sumedang, bertempat di Gedung Baznas.

Wakil Bupati mengatakan, salah satu upaya untuk meningkatkan melek Al Quran di Kabupaten Sumedang adalah dengan pencanangan gerakan Magrib Mengaji.

“Sebagaimana diketahui bersama, tingkat buta huruf Al-Quran di Indonesia nyatanya masih terbilang cukup tinggi, tentunya ini permasalahan yang harus menjadi perhatian semua kalangan. Oleh karena itu Pemerintah Sumedang tengah gencar menjalankan program-program yang mampu mendukung perwujudan Sumedang Simpati, salah satunya adalah dengan pencanangan gerakan Magrib Mengaji, yang merupakan program unggulan Sumedang Simpati,” ucapnya.

Menurut Wakil Bupati, Baznas merupakan lembaga yang memiliki peran penting di bidang pengelolaan zakat, selain itu Baznas merupakan mitra utama pemerintah dalam mewujudkan berbagai program pembangunan di bidang keagamaan.

“Oleh karena itu, kami sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan PBBA dengan metode TRAST ini, karena ini merupakan sebuah bentuk edukasi keagamaan yang sangat bermanfaat dalam pembelajaran bahasa Al-Quran,” ungkapnya.

Wakil Bupati berharap kegiatan PBBA tersebut dapat membantu mengurangi tingkat buta bahasa Al-Quran di Kabupaten Sumedang.

“Saya harap kegiatan ini tidak terhenti sampai di sini saja, tetapi kegiatan seperti ini harus terus di sosialisasikan kepada masyarakat di Kabupaten Sumedang, agar kedepannya tidak ada lagi masyarakat Sumedang yang buta bahasa Al-Quran,” tukasnya.

Sementara itu Ketua Baznas Sumedang, H. Ali Badjri, memaparkan bahwa norma Agama merupakan kaidah penting yang menjadi pedoman kehidupan manusia sehingga perlu dipelajari dan dipahami agar dapat diamalkan dengan sebaik-baiknya.

“Kegiatan PBBA dengan metode TRASH merupakan sebuah bentuk edukasi keagamaan yang bertujuan memperkenalkan bahasa Al-Quran melalui pendekatan terjemah lafdziyah. Kegiatan ini memiliki manfaat yang sangat penting sebagai modal dasar bagi setiap muslim dalam memahami isi kandungan Al-Quran dan Al-Hadist serta mempelajari berbagai tafsir dan terjemahan hasil karya ulama yang sudah ada,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati juga berkesempatan membayar zakat secara langsung di Kantor Baznas Sumedang. (Abas)

Categories: Pemerintahan