Diwarnai Haru, Pelepasan 313 Santri SMP Plus Al Aqsha Angkatan XXIII

SUMEDANG, eljabar.com — SMP Plus Al Aqsha, Pondok Modern Al Aqsha melepas santri angkatan ke XXIII tahun ajaran 2018-2019 di Gedung IKOPIN Jatinangor, Sabtu 11 Mei 2019. Pelepasan siswa diwarnai haru dan tetap meriah.

Wakil Wali Kelas Santri, Agus Koswara SE, M.Si menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah, khususnya pada Kiyai dan Ustaz/Ustadzah yang telah membekali generasi bangsa ini dengan ilmu yang bermanfaat.

“Kami yakin Yayasan Al Aqsha akan semakin baik sebagai yayasan yang mencerdaskan bangsa. Sesuai dengan Al Quran dan Al Hadits, lulusan Al Aqsha adalah lulusan yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama,” ungkapnya.

Setiap tahunnya, SMP Al Aqsha menjadi salah satu lembaga pendidikan favorit warga Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Tak heran, lantaran banyak alumni atau siswa SMP Al Aqsha yang berunjuk gigi melalui torehan prestasi.

“Tiap tahun jumlah siswa Al Aqsha terus membludak. Tahun ini saja, SMP Al Aqsha mewisuda 313 siswa yang terdiri dari 150 putri dan 163 putra, angakatan 23,” tambah Agus.

Tak mengherankan jika banyak orang tua yang memburu sekolah ini, sebab selain fasilitas mumpuni, SMP Al Aqsha juga memiliki sejumlah keunggulan.

“Salah satu yang menjadi keunggulan Al Aqsha ialah, semua siswa diwajibkan mondok. Selain itu, juga ada program tajwid dan one day one juz. Jadi setiap bulan ada Qhataman,” kata Agus.

Disebutkan, tak sedikit pula orang tua yang memiliki anak berkarakter nakal menitipkan di Al Aqsha untuk diberi pemahaman agar bisa hidup lebih baik, serta memiliki bekal ilmu bagi masa depan.

“Alhamdulillah lulusannya tidak ada yang mengecewakan. Ketika anak yang awalnya nakal, berkat ketabahan dan ketulusan para tenaga pangajar, anak tersebut menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat ketika berada di lingkungan masyarakat,” ucapnya.

Sarat Prestasi

Prestasi juga menjadi magnet tersendiri bagi orang untuk menyekolahkan putra putrinya di SMP Al Aqsha. Pasalnya, bukan rahasia lagi jika sekolah di Jatinangor ini sarat prestasi, mulai dari menjadi juara umum SMP, pesantren, siswa teladan hingga putra putri tahpidz terbaik.

“Saking terkenalnya, ada santri berasal dari luar pulau Jawa, sisanya memang didominasi murid asal Jawa Barat,” tutur Agus.

Sementara itu, Ketua Pelaksana sekaligus Kesiswaan SMP Plus Al Aqsha, Gungun Gunawan S.Sos.I didampingi Ustaz Oih Baihaki M.Pd menambahkan, pihaknya juga mengamalkan ilmu untuk menangkal berita bohong alias hoaks, dan bagaimana ancaman bahayanya.

“Sebagai langkah antisipasi, kami melarang mereka (siswa/santri) membawa HP atau alat elektronik lainnya. Jika ada yang bermain media sosial, itu tanggung jawab wali kelas. Memang medsos ini mengamdung unsur negatif dan positif, namun kami lebih baik memberikan pemahaman lain tentang medsos. Harapannya kelak setelah mereka benar-benar sudah waktunya bermain medos, mereka bisa bijak menggunakannya,” paparnya. (Abas)

Categories: Pendidikan

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com