Dukung Operasional Bandara Kertajati, Pembangunan Tol Cisumdawu di “Kebut”

SUMEDANG, eljabar.com — Menteri PUPR Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Si. Ph.D memastikan akan mempercepat pembangunan Tol Cisumdawu karena bertepatan telah rampungnya Bandara Internasional Kertajati Majalengka.

Menteri Basoeki pun menemukan adanya keterlambatan pengerjaan ketika melakukan inpeksi mendadak ke beberapa titik Tol Cisumdawu, Selasa (02/07/2019).

“Kontrak pengerjaan Tol Cisumdawu oleh MMC (Kontraktor China) memang sampai 2021. Namun karena pengerjaan Bandara BIJB sudah selesai maka target pengerjaan Tol kita percepat sampai 2020. Mudah-mudahan tidak ada kendala terutama dalam hal pembebasan lahan, karena untuk kontruksi sudah siap,” katanya di Tunel Tol Cisumdawu Kecamatan Pamulihan.

Dia pun memastikan akan mempercepat pengerjaan 14 ruas tol yang ada di Indonesia yang tengah dibangun salah satunya Tol Cisumdawu.

 “14 Tol tersebut masih menjadi prioritas pemerintah di tahun 2019 ini salah satunya Tol Cisumdawu ini. Kebetulan BIJB mulai beroperasi sehingga akses jalan ke BIJB akan lebih ditunggu dan lebih cepat serta signifikan sekali manfaatnya untuk lalulintasnya,” katanya.

Untuk fase III, katanya, hanya 60 km saja. Makanya pihaknya mengecek seksi I dan II ada yang sudah bebas lahannya. “Kelihatannya tadi seksi I dan II mudah-mudahan seksi III panjang total 30 KM akan bisa selesai 2019 ini, contoh di seksi II ada minus 21% dibagian Konsorsium yang dikerjakan oleh Cina. Saya sudah minta untuk dikebut lagi dan minta kepada anggota Konsorsiumnya Wika, Nindakarya, supaya dipercepat,” katanya.

Jika tidak dikerjakan oleh MCC ditambah Wika dan MK jadi mesinnya ada 3 mesin untuk bekerja, sehingga pengerjaan lebih cepat.

“Tadi sudah sepakat diberikan kepada Konsorsium bagiannya karena mereka ini spreen bukan integritas (bukan pekerjaan-pekerjaan) yang dikerjakan oleh Wika, NK sudah selesai semua tinggal pengerjaan yang memang tugasnya MCC sehingga saya minta tadi diberikan kepada Konsorsium dan mereka setuju, tiga hari ini kita akan cek sudah diberikan atau belum mudah-mudahn 2019 ini bisa diselesaikan,” katanya.

Sementara untuk Seksi III yang dikerjakan CKJT lahannya sudah lebih 90% progresnya pun 80% sehingga 2019 akan selesai tinggal seksi IV, V, VI.

“Untuk seksi VI itu sebagian besar tanah perhutani saya sudah koordinasi dengan ibu Mentri kehutanan dan beliau sudah setuju. Sebetulnya kami juga telah melayangkan surat PT Perhutani dan BUMN untuk memanfaatkan tanah perhutani itu sekitar 100 hektare atau sekitar 6 KM, Mentri kehutanan sudah ok dan Seksi VI akan selesai 2019 ini,” katanya.

Kenapa ada keterlambatan, lanjut Menteri, selain masalah konsorsium ada seksi IV dan V ini tanahnya masih nol belum dibebaskan lahannya sama sekali. Sehingga akan dipercepat pembebasan tanahnya.

“Kita akan lihat, sudah koordinasi dengan pak Gubernur anggaran tanah untuk provinsi Jawa Barat pembebasannya sudah ada tahun 2019. Sehingga tidak perlu dianggarkan oleh APBN. Ini masalahnya di seksi IV dan V yang masih kita berproses 11% dan masih berproses masalah ada tanah eks genangan Jatigede,” katanya.

Sehingga target keseluruhan tahun 2020 pembebasan lahan bukan kendala tapi pernak pernik setiap wilayah.

“Jengkel melihat pengerjaan karena tanah kita kan dengan Cina kadang-kadang harus keras pengawasannya karena mereka pun bisnis juga,” tandasnya. (Abas)

Categories: Nasional

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com