Mendagri Usulkan Pileg dan Pilpres Kembali Dipisah

SUMEDANG, eljabar.com — Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif diusulkan dipisah. Usulan tersebut dilontarkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo usai mewisuda 980 praja IPDN di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Senin 5 Agustus 2019.

Selain pilpres dan pileg dilakukan secara terpisan, Tjahjo juga mengusulkan agar masa kampanye dilakukan dengan singkat.

“Kemendagri akan mengusulkan usulan ini pada DPR dan MPR agar Pileg dan Pilpres 2024 tidak digabung dalam waktu yang bersamaan. Nanti apakah masuk undang-undang atau cukup revisi PKPU bahwa masa kampanye Pileg dan Pilpres itu dipersingkat maksimum dua bulan,” terangnya kepada wartawan.

Lebih lanjut, Tjahjo menambahkan, usulan juga meliputi pelaksanaan Pileg dan Pilpres tidak digabung seperti Pemilu 2019 kemarin.

“Untuk usul revisi nanti antara pileg dan pilpres dipisah. Nantinya, keserentakannya tidak ada lagi pada hari dan jam yang sama. Bisa terpaut dua minggu atau satu bulan, itu nanti kita usulkan,” tuturnya.

Disebutkan pelaksanaan Pileg untuk DPRD kabupaten dan DPRD provinsi diusulkan digabung, namun terpisah dengan pelaksanaan Pileg DPR RI dan DPD RI.

“Selain usulan itu, kami juga menyarankan KPU untuk memberlakukan sistem e-rekapitulasi dan menyarankan agar lebih selektif dalam rekrutment KPPS, juga harus memerhatikan faktor kesehatan, dan asuransinya. Semua pihak dilibatkan, termasuk mahasiswa harus dilibatkan,” pungkasnya. (Abas)

Categories: Politik

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com