Program Regional Economic Leadership, Kali Kedua BII Kunjungi IPDN

SUMEDANG, eljabar.com — Rabu (11/09/2019), bertempat di Gedung Balairung Kampus IPDN pada pukul 08.00 WIB, Bank Indonesia Institut (BII) kembali mengunjungi IPDN untuk kedua kalinya. Maksud dan tujuan kedatangan BII ini, dalam rangka pelaksanaan program “Regional Economic Leadership“.

Program ini dilaksanakan tanggal 11-13 September 2019, dengan melibatkan 521 wasana praja dan beberapa perwakilan dosen sebagai peserta. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Prof. Dr. Khasan Effendi, M.Pd mewakili Rektor IPDN hadir membuka acara ini.

Selain Warek Bidang Kerja Sama, hadir pula para pembantu dekan, perwakilan fungsional dosen dan Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas. Sedangkan pihak BII, dihadiri oleh Direktur Eksekutif BII Dr. Solikin M. Juhro (sekaligus sebagai keynote speech dalam acara ini) dan jajaran pimpinan BII beserta staf.

Materi yang disampaikan pada kesempatan ini  masih seputar Economic Leadership yakni Potensi Ekonomi Digital Indonesia dalam Revolusi Industri 4.0, Peta Kerawanan Ekonomi Nasional dan Kepemimpinan Daerah, Spiritual Revival, Isu Terkini Mengenai Smart City : Dukungan dan Peran Pemerintah, Monitoring Proyek dan Anggaran serta Peran BII di Era Digital.

Nara sumber dalam acara ini selain dari pihak BII juga melibatkan naras umber dari Telkom (Wahyudi) Dekan ALGM (A. Farid Aulia) dan Lemhanas. Direktur Eksekutif BII menyampaikan materi mengenai “Tantangan, Strategi dan Kebijakan” dihadapan praja IPDN.

“Suatu kehormatan bisa hadir kembali disini. Sejujurnya, visi dan misi IPDN dan BII sama, yakni sama-sama berkontribusi untuk pembangunan bangsa. Kita sama-sama bersinergi untuk membangun bangsa ini, jadi sudah tepat rasanya kita hadir disini dan berbagi ilmu,” ujar Direktur Eksekutif BII.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas, Dr. Rinny Dewi Anggraeni, S.Pd., M.Pd mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi praja, seperti yang diketahui praja IPDN merupakan calon pemimpin bangsa, kader Aparatur Sipil Negara yang nantinya akan terjun langsung di masyarakat pada era globalisasi, jadi mereka (praja) harus siap menghadapi Megatrend 2025. Materi-materi yang disampaikan saat nini, diharapakan dapat menjadi bekal mereka kelak. (Abas)

Categories: Nasional

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com