e-Gov Sumedang Diapresiasi MenPAN RB

SUMEDANG, eljabar.com — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Syafruddin mengapresiasi diterapkannya sistem pemerintahan berbasis elektronik atau e-government (e-Gov) di Pemerintah Kabupaten Sumedang. Hal itu disampaikan MenPAN RB usai mendengarkan penjelasan dari Bupati Sumedang saat peresmian Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sumedang di halaman MPP Kabupaten Sumedang, Senin (16/09/2019).

Dalam sambutannya Bupati H. Dony Ahmad Munir mengatakan,Kabupaten Sumedang sedang melakukan transformasi digital menuju “Sumedang Digital Region”. Bukan hanya penerapan e-government di tingkat kabupaten dan kecamatan saja melalui e-Office, e-Puskesmas, Integrasi e-Planning, e-Budgeting, dan e-monitoring tetapi juga sampai di tingkat desa melalui Sistem Informasi Desa. “Penerapan IoT (internet of things) sudah mulai diterapkan pada metode smart farming penanaman Ubi Cilembu. Peningkatan SDM Aparatur melalui pengembangan manajemen talenta (talent pool) dan penilaian kinerja aparatur dengan pendekatan 360 derajat adalah usaha kami selanjutnya dalam rangka penerapan e-Gov),” kata Bupati.

Dikatakan Bupati, terdapat pula sinergi reformasi birokrasi antara Pemkab Sumedang dengan instansi vertikal khususnya dengan Polres dan Kejari Sumedang yang sama-sama sedang membangun zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBK). “Ada berbagai inovasi di kedua institusi tersebut. Polres Sumedang dengan inovasi Bank Sampah, Warung Tatali Asih, dan Bhabinkamtibmas Peduli Pendidikan. Sedangkan Kejari dengan aplikasi SI ‘Tampomas’ (Sistem Informasi Tanggap Melayani Secara Profesional untuk Masyarakat Sumedang) dan Jaksa Peduli Anak ‘Jatinangor’ (Jangan Tinggalkan Nasib Anak dan Korban),” terang Bupati.

Bupati juga mengajak seluruh ASN untuk berlomba-lomba dalam berinovasi sehingga membuat sejarah yang akan dikenang oleh masyarakat atas jasa-jasanya. “Teruslah berinovasi. Saya minta satu SKPD ada satu inovasi. Pada akhirnya kita bisa memberikan ‘legacy’ kepada para penerus kita.

MenPAN RB Syafruddin menyampaikan apresiasinya atas usaha Pemkab Sumedang dalam menerapkan e-government. Ia berharap kabupaten atau kota lain juga mencontoh langkah kabupaten Sumedang dalam meningkatkan mutu serta inovasi layanan.

“Zona Integritas (untuk melayani) di semua lini di semua tingkatan lingkungan pemerintah sangatlah penting. Ini adalah cita-cita besar kita semua (sekaligus) cirri-ciri bangsa yang maju.

Namun demikian, ia juga memperingatkan Pemkab Sumedang agar tidak terlalu menggebu-gebu untuk pengadaan aplikasi e-Gov yang harganya lumayan mahal. “Pada Tahun 2020, anggaran untuk pengadaan IT akan distop. Sayang mahal-mahal kalau cuma sendiri-sendiri,” tuturnya.

Perkembangan banyaknya daerah yang menggunakan digitalisasi (e-Gov) dalam menjalankan pemerintahannya cukup menggembirakan. Namun, dalam implementasinya masih bersifat silo-silo, sehingga terjadi inefisiensi. “Sekarang ini sudah banyak yang memakai aplikasi e-Gov tetapi masih masing-masing. Baik pemerintah provinsi, maupun kabupaten/kota sudah ada e-Gov tetapi masih masing-masing, tidak terkoneksi (satu sama lain). Untuk itu, saat ini pemerintah melalui Kementerian Kominfo dan Bappenas sedang merancang sistem e-Government yang terintegrasi,” katanya. (Abas)

Categories: Pemerintahan