Hindari Menabrak Penyebrang, Seorang Wartawan Sumedang Menghindar Hingga Patah Tulang

SUMEDANG, eljabar.com —  Seorang wartawan Sumedang mengalami patah tulang selangka (dibawah  leher) akibat kecelakaan tunggal di Jl. Bunter Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Rabu (18/09/2019) sekira pukul 10.00 Wib.

Nanang Suherman, demikian nama wartawan tersebut atau dikenal dengan nama Abas di seantero Sumedang. Pagi itu seperti biasa Abas akan memulai aktivitasnya sebagai wartawan akan mengantarkan hasil tulisannya di surat kabar kepada narasumbernya.

Saat berkendara di sekitar Jl. Bunter-Cimanggung, dikejutkan dengan tiba-tiba didepannya seorang anak hendak menyebrang, seketika Abas tekan rem mendadak serta membanting stang motornya demi menghindari anak tersebut tertabrak, alhasil dikarenakan jalanan licin karena banyaknya tumpahan pasir, Abas pun tersungkur hingga badannya bertabrakan dengan tembok.

“Kalau saja jalanan tidak licin oleh pasir, mungkin saya masih bisa mengendalikan motor. Akan tetapi saat itu jalanan banyak pasir jadi saat pengreman, motor jadi tidak setabil. Yang pasti lebih utam, saya menghindari tabrak anak yang hendak menyebrang tersebut,” kata Abas sambil terbata-bata menahan ngilu karena sakit saat menelpon redaksi.

Saat kejadian Abas pun belum mengetahui patah tulang. Namun setelah ditolong rekan-rekannya serta dibawa ke klinik patah tulang, barulah diketahui Abas mengalami patah tulang selangka atau tulang dibawah leher.

Abas yang juga tergabung di Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumedang merupakan orang yang supel dan mudah bergaul, tak heran Abas memiliki banyak teman dari mulai kalangan pejabat kementrian hingga masyarakat banyak yang mengenalnya. Semuanya hamper sama memberikan semangat semoga lekas sembuh dan segera beraktivitas kembali.

“Tadi juga ada telpon dari pemkab, polres, Kodim Sumedang, IPDN dan lain-lain semuanya mengajurkan ke rumah sakit, tapi Abas tolak sieun pa ahh (takut pa ah),” ujar Abas dibarengi sedikit tawa nyinyir menahan sakit.

Hingga berita ini tayang, Abas berada dikediamnya sambil terus berkoordinasi terkait kegiatan-kegiatan yang ditanganinya, seakan tak peduli dirinya sedang sakit dan handphone nya pun tak lepas dari gemgaman meskipun orang lain melarangnya. *red

Categories: Regional