Masukan Berbagai Pihak, Design Perpustakaan IPDN akan Mengalami Perubahan….!

SUMEDANG, eljabar.com — Perencanaan pembangunan perpustakaan IPDN, mengalami berbagai perubahan baik dari segi design gedung perpustakaan dan konsep mekanikal Elektrikal.

Salah satunya perubahan yang mendasar terjadi di lahan parkir atau basement. Yang awalnya tanahnya akan diurug (karena lokasi gedung perpustakaan berada di dataran rendah) menjadi dibuat basement.

“Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, karena di IPDN itu sulit lahan parkir, sehingga diharapkan ada basement untuk parkir kendaraan. Lahan parkir basement dapat menampung 30 untuk roda empat dan 40 kendaraan roda dua, dengan Luar area ruang basement seluas 1500 m2,” kata Kepala Biro Adm Umum dan Keuangan Dr Bernhard E Rondonuwu S.Sos MSi.

Bernhard pun menambahkan, masukan lain dari beberapa pejabat di IPDN, setiap lantai harus ada semacam kantin (foodcourt). Agar para pembaca semakin betah dan tidak harus keluar gedung untuk membeli makan.

“Karena jumlah lantainya 5, maka akan ada eskalator terbuka untuk memudahkan para pembaca dan guru besar untuk mobilitas dari lantai satu ke lantai berikutnya,” katanya.

Sementara untuk memberikan rasa nyaman kepada profesor dan guru besar, maka akan disediakan ruang baca profesor, ruang baca mahasiswa, dan guru besar. Termasuk adanya toilet di setiap ruangan dan toilet untuk penyandang disabilitas.

Tak hanya WC di setiap lantai juga ada mushola dan ruang pertemuan antara praja, dosen, dan profesor.

“Dari segi out dor nya memang terjadi perubahan di atap gedung, yang tadinya seperti buku terbuka, menjadi buku terbalik. Karena kalau buku terbuka dikhawatirkan akan bocor,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Cibeusi, Yoyo Iskandar mengatakan lokasi pembangunan ada di RW 03 dan 07 Desa Cibeusi. Sehingga, ada permintaan dari masyarakat yang harus diperhatikan pihak IPDN. Seperti izin lingkungan, dampak Amdal dan Amdalalin termasuk pemberdayaan warga dan karang taruna.

“Kami mewakili warga meminta perhatikan dampak lingkungan seperti bising, debu dan mobilitas mobil besar dan dampak lalu lintasnya. Karena lokasi pembangunan dekat dengan akses ke kantor desa sehingga dikhawatirkan mengganggu,” katanya.

Termasuk dampak ketinggian bangunan, karena di pinggir perpustakaan banyak bangunan rumah warga yang dikhawatirkan mengganggu rumah warga.

“Kalau perusahaan swasta kalau mau membangun ada sosialisasi ke warga sekitar. Apa yang dikehendaki warga dan kompensasi kepada warga sendiri seperti apa jangka pendek dan panjangnya. Gak tau kalau pembangunan milik pemerintah,” katanya.

Yang diharapkan, lanjut Kades, sebelum pembangunan harus disosialisasikan kepada warga sekitar terkait dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Jika sudah disosialisasikan maka akan enak antara pihak IPDN dengan warga. (Abas)

Categories: Nasional