Terkepung Proyek Tol Cisumdawu, Pesantren Miftahul Hasanah Tampung Siswa-siswi SDN Cijolang Belajar Mengajar

SUMEDANG, eljabar.com — Akhirnya kegiatan belajar mengajar siswa-siswi SDN Cijolang Desa Margaluyu Kecamatan Tanjungsari yang terkepung proyek Tol Cisumdawu dialihkan sementara ke bangunan Pesantren Miftahul Hasanah.

Seremonial relokasi dilaksanakan di SDN Cijolang dan dihadiri oleh Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan, Kepala Dinas Pendidikan Agus Wahidin, Kepala Dinas Perkim dan Pertanahan Gungun Ahmad Nugraha, Camat Tanjungsari Ida Farida Sobandi dan unsur Forkopimka, unsur Satker Tol Cisumdawu, serta perwakilan PT Adhi Karya dan Citra Karya Jabar Tol (CKJT), Selasa (8/10/2019).

Wabup H. Erwan Setiawan mengatakan, bangunan sekolah memang tepat berada di tengah Jalur tol Cisumdawu sehingga keselamatan murid dan guru terancam. “Tanah di sisi-sisi sekolah nyaris habis dikeruk sehingga permukaan tanah berbentuk tebing yang curam dan dalam. Tentunya hal ini bisa mengancam keselamatan para murid dan guru,” ujarnya.

Untuk itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang telah menganggarkan dana dari APBD tahun 2019 yang sudah dianggarkan pada perencanaan tahun 2018 untuk pembebasan lahan bangunan SD yang baru dimana posisinya sekitar 100 meter dari sekolah yang lama.

“Adapun pembangunan sekolah baru, sudah diajukan kepada Satker Tol Cisumdawu melalui CKJT untuk pembiayaan dan pengerjaannya” ungkapnya

Wabup menambahkan, sambil menunggu selesainya pembangunan sekolah yang baru serta untuk mengantisipasi hal- hal yang tidak diinginkan, kegiatan belajar mengajar harus segera dialihkan dari yang sekarang sedang digunakan ke tempat yang lebih aman.

“Alhamdulilah, atas hasil musyawarah antara pihak sekolah, pihak Satker, orang tua murid, termasuk komite, disepakati bahwa lokasi yang dipilih untuk relokasi sementara adalah Pesantren Miftahul Hasanah yang keberadaanya tidak jauh dari lokasi SDN Cijolang,” tuturnya.

Diharapkan, dengan relokasi sementara tersebut proses kegiatan belajar mengajar tidak terganggu dan berjalan seperti biayasanya.

Wabup Juga mengapresiasi kepada semua pihak yang dengan cepat telah memutuskan kesepakatan peralihan sementara demi keselamatan dan keamanan proses belajar anak-anak.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pengasuh dan pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Hasanah yang telah bersedia menjadikan pesantrennya sebagai sekolah darurat selama proses pembangunan sekolah baru yang ditargetkan selesai dalam tiga bulan,” pungkasnya. (Abas)

Categories: Pendidikan