Bersama Bappenas dan Kementerian Tenaga Kerja RI, Pemkab Sumedang Sosialisasisasikan SDC

SUMEDANG, eljabar.com — SDC (Skill Development Center) adalah sebuah model yang dikembangkan oleh Bappenas sebagai respon terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo untuk merevitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi.

SDC memiliki misi untuk mengatasi masalah pengangguran yang merupakan salah satu tantangan terbesar yang tengah dihadapi Kabupaten Sumedang.

Untuk itu, Rabu (9/10/2001), Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang bekerja sama dengan Bappenas dan Kementerian Tenaga Kerja RI menggelar Sosialisasi SDC (Skill Develeopment Center) yang dihadiri secara langsung oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir bertempat di Gedung Negara.

Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bandung Aan Subhan mengatakan, SDC adalah sebuah forum koloborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memfasilitasi bagi para siswa yang belum bisa bersaing di dunia kerja untuk mendapatkan tambahan keahlian yang disediakan oleh lembaga.

“SDC ini juga berperan untuk meningkatkan dan menambah kualitas maupun skill yang dimiliki sehingga pengurangan angka pengangguran di Kabupaten Sumedang bisa berkurang. Untuk itu, kami memfasilitasi dan mensupport kegiatan ini,” ujar Aan.

Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang Bupati H. Dony Anmad Munir mengapresiasi digelarnya sosialisasi tersebut hang diharapkan mampu memberikan dampak yang luar biasa dalam menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Sumedang.

“Kewajiban pemerintah adalah membuat kebijakan dan program yang berdampak pada pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran,” ungkapnya.

Selaras dengan Visi Sumedang Simpati yaitu Visi Sumedang Sejahtera dan Sumedang Kreatif, Bupati berharap kegiatan tersebut mampu membantu mengatasi kemiskinan dan mengurangi angka penggangguran.

“Kami juga memiliki program yaitu Garuda (Gerakan Wirausaha Muda) di tiap desa, one village one product, one village one company diantaranya kami akan mempersiapkan kampung peci, kampung kopi, kampung tas, kampung gelasan, kampung kerudung dan kampung kolor untuk mengatasi masalah tersebut,” ungkapnya.

Bupati berharap kepada peserta yang hadir agar bisa betul-betul mengikuti sosialisasi dengan sebaik- baiknya, memahami dan menghayati semua materi sehingga berhasil guna dan berdaya guna.

“Karena kita dituntut untuk memiliki skill atau kelebihan yang berbeda dengan orang lain. Semua dilatih kewirausahaannya, dibantu akses modal dan pasarnya sehingga menciptakan lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka kemiskinan. Tentunya ini semua membutuhkan kerja keras dan kerja sama dari kita semua,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan naskah dukungan pembentukan SDC oleh Bupati Sumedang, Kepala Dinas tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Sumedang, perwakilan camat, Ketua Apdesi dan para peserta sosialisasi. (Abas)

Categories: Pemerintahan