“Reugreug”, Wakil Bupati Sambut Kepulangan Perantau Asal Sumedang dari Papua

SUMEDANG, eljabar.com — Kebahagiaan dirasakan para perantau asal Sumedang yang  baru pulang dari Wamena, Papua. Pemulangan ini dilakukan pasca kerusuhan di Wamena akhir September 2019 sebelumnya.

Tiba di Sumedang kedatangan mereka langsung disambut oleh Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan beserta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang di Ruang Tengah Gedung Negara, Rabu malam (9/10/2019).

Ada delapan warga asal Sumedang yang dipulangkan. Mereka berasal dari 3 kecamatan yakni Sumedang Selatan, Cimanggung dan Wado.

Sebagian besar warga Sumedang yang merantau ke Papua berprofesi sebagai buruh dan pedagang.

Ridwansyah (39) salah seorang warga Sumedang yang sudah tinggal di Wamena sejak tahun 2012 mengaku kehilangan mata pencahariannya karena konflik yang terjadi di Papua.

Harta yang dikumpulkan bertahun-tahun selama bekerja di Wamena habis nyaris tak tersisa. Dibakar atau dijarah. Ia merasa bersyukur karena akhirnya bisa pulang ke Sumedang dalam keadaan selamat.

“Perasaan saya tiba di kampung halaman sendiri merasa “reugreug” hilang dari rasa takut. Kalau (masih) di  Wamena susah untuk dibicarakan. Situasinya ngeri, tidak bisa tidur. Untuk makan saja susah. Kelaparan saya di sana,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Ridwan, ia mengharapkan situasi di Wamena bisa segera pulih seperti sediakala.  Jika situasinya sudah kondusif, dia dan keluarganya berencana akan kembali ke Wamena untuk mencari nafkah.

“Harapan saya Wamena kembali aman karena usaha saya di sana. Insyallah, kalau sudah kondusif sepenuhnya atau beberapa bulan kemudian akan kembali ke Wamena,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan merasa bersyukur karena warganya yang berada di Wamena bisa kembali pulang ke Sumedang dengan selamat.

“Saudara-saudara kita dari Sumedang yang bekerja di Wamena sekarang bisa kembali secara fisik tidak ada kekurangan, walaupun harta benda tidak bisa diambil kembali karena dijarah. Tetapi kita tetap harus bersyukur karena keselamatan jiwa tetap terjaga,” kata Wabup.

Erwan mengatakan, sebagian warganya masih mengalami trauma dengan konflik sosial yang menimpa Wanena sehingga pendampingan masih akan dilakukan Pemerintah  Daerah Kabupaten Sumedang melalui Dinsos P3A dalam rangka proses penyembuhan (trauma healing).

“Kita akan pantau perkembangan mereka selama di Sumedang, terutama perkembangan psikis jangan sampai ngedrop yang mengakibatkan sakit,” ujarnya.

Ia pun berharap agar warga bisa istirahat lebih dahulu dan berkomunikasi dengan pihak keluarga sebelum memutuskan untuk tinggal di kampung halaman atau kembali ke Wamena, seraya  memastikan kondisi di Wamena benar-benar aman dan kondusif. (Abas)

Categories: Pemerintahan