Layanan Kesehatan Harus Jadi Prioritas

ADIKARYA PARLEMEN

BANDUNG, elJabar.com – Layanan kesehatan prima merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat dalam mendapatkan haknya dibidang kesehatan.

Sehingga layanan kesehatan ini menjadi bagian dari prioritas dalam arah kebijakan pembangunan Provinsi Jawa Barat untuk kabupaten/kota.

Dalam kebijakan layanan kesehatan tersebut difokuskan pada upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan yang berdaya saing, peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan, dan peningkatan kemandirian masyarakat dalam upaya kesehatan promotif dan preventif.

Tentunya arah kebijakan yang diambil Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melaksanakan prioritas ini ditujukan untuk meningkatkan IPM kabupaten/kota yang capaian indeks kesehatannya masih rendah. Ketua Komisi 1 DPRD Jawa Barat, Dadang Kurniawan, sangat mendukung arah kebijakan Pemprov Jawa Barat dalam hal ini.

Sehingga kabupaten dan kota yang memiliki angka harapan hidup (AHH) dibawah angka 70, menjadi prioritas untuk dilakukannya peningkatan kualitas layanan, peningkatan sarana dan prasarana, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan.

“Pastinya kita mendukung terhadap seluruh program pemerintah yang positif untuk masyarakat. Dan ini apalagi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat. Kualitas layanan kesehatan sangat penting bagi masyarakat. Dan layanan kesehatan itu memang harus jadi prioritas,” jelas Dadang Kurniawan, kepada elJabar.com.

Layanan kesehatan yang menjadi prioritas arah kebijakan dalam pembangunan kedepan, Dadang Kurniawan berharap pembangunan itu bisa merata bagi masyarakat Jawa Barat sampai ke pelosok daerah terpencil.

Jawa Barat sedang gencar-gencarnya juga dengan program Citarum Harum. Tujuan utama Citarum Harum untuk Tahun 2020 adalah peningkatan kualitas air dari tercemar berat menuju kualitas air kelas IV. Sehingga pada beberapa kabupaten/kota yang memiliki AHH di bawah 70 tahun, diintervensi oleh pelaksanaan Kegiatan Citarum Harum.

“Adanya sinergitas program, ini sangat bagus. Program yang satu, mendukung program yang lain. Karena memang semua saling keterkaitan dan bermuara untuk pembangunan masyarakat Jabar. Hanya secara teknis, ada yang bisa terintegrasi langsung dan ada yang tidak,” ujarnya.

Penanganan limbah cair domestik dan peternakan, pengelolaan sampah, penanganan limbah industri, dan pengelolaan sumber daya air, merupakan bagian dari program yang berhubungan dengan peningkatan kualitas kesehatan.

Pemprov Jawa Barat melalui kegiatan Citarum Harum, memastikan bahwa kualitas air sungai terus meningkat sehingga membawa perubahan kualitas kesehatan yang lebih baik. Citarum memang sudah menjadi masalah nasional saat ini, dengan sejumlah permasalahannya.

Terdapat 13 kabupaten/kota yang masuk dalam lingkup kegiatan Citarum Harum, yaitu Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cimahi, Kabupaten Garut, Kabupaten Karawang, Kota Bandung, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Subang.

Adapun kabupaten/kota lainnya yang sudah memiliki kualitas layanan kesehatan yang sudah baik, didorong untuk meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan yang terakreditasi, jaminan kesehatan masyarakat miskin yang terintegrasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), peningkatan kualitas SDM kesehatan dan psikologi serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak dini.

Dadang Kurniawan yang juga merupakan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Barat ini, juga mengingatkan agar peningkatan kualitas sarana dan prasarana kesehatan diwilayah perbatasan yang bersinggungan dengan provinsi lain, supaya mendapat perhatian dalam kesetaraan layanan.

“Kesetaraan layanan bagi kabupaten kota yang berbatasan dengan provinsi lain ini, penting. Jangan diabaikan. Saya tahu, pemprov sudah memikirkan itu,” pungkasnya.  (muis)

Categories: Politik

Tags: ,,