Di HUT Ke-53, AMS Sokong Sumedang Jadi Puseur Budaya Sunda

SUMEDANG, eljabar.com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Angkatan Muda Siliwangi (AMS) ke- 53, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menghadiri saresehan budaya dengan tema “Penguatan Budaya Lokal di tengah Pembangunan dan Pengembangan Ujungjaya menjadi Kawasan Industri, Upaya Menyokong Akselerasi Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS)” di Aula Pendopo Kecamatan Ujungjaya, Selasa (19/11/2019).

Ketua Panitia Edi Rustandi, dalam laporannya mengatakan, saresehan budaya diselenggerakan bersamaan dengan HUT ke-53 AMS yang lahir 10 November 1966 dengan mengusung tema khusus menyambut Ujungjaya menjadi kawasan industri.

“Hari ini sudah 53 tahun AMS berdiri. Alhamdulilah masih eksis. Sengaja kami mengisi HUT ini dengan kegiatan yang tematik dalam arti mempunyai tema khusus yang jelas latar belakangnya, serta bermakna. (Hal ini) karena mendukung terhadap RJPMD Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian nilai-nilai luhur budaya sebagai warisan leluhur yang sangat tinggi.

“Tujuannya menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya dan tradisi lokal, serta memelihara situs- situs sejarah dan cagar budaya, juga memberikan dorongan kepada Kabupaten Sumedang dalam upaya penguatan budaya lokal serta menjaga kelestarian situs sejarah,” terangnya.

Adapun narasumber saresehan terdiri dari Bupati Sumedang, Ketua Pansus Raperda SPBS, Kang Acil Bimbo selaku budayawan dan bagian dari Badan Pendiri AMS, dan Ketua Paguyuban Masyarakat Adat Ujungjaya. Sedangkan peserta seminar sebanyak 200 orang yang merupakan pengurus dan anggota AMS Distrik Sumedang, unsur pemerintahan dan organisasi masyarakat, tamu undangan lainnya.

Ketua AMS Distrik Sumedang Rully Krisna Peryoga dalam sambutannya mengatakan, Dalam rangka milangkala AMS yang ke 53, Ujungjaya ke depan untuk menjadi kawasan industri sudah menjadi rencana dan wacana yang menjadi suatu keniscayaan.

“Kemajuan Ujungjaya tentu secara sosial kemasyarakatan harus bersama-sama kita pikirkan dampaknya, terutama budaya masyarakatnya. Saya beserta jajaran AMS Distrik Sumedang mempunyai keyakinan dan keinginan kalau Ujungjaya menjadi daerah industri diharapkan tetap memegang nilai-nilai budaya dan tata krama kesundaan yang sudah diajarkan leluhur kita,” harapnya.

Ia menambahkan, hadirnya AMS di Ujungjaya dapat memberikan kemanfaatan untuk masyarakat Ujungjaya khususnya, masyarakat Sumedang pada umumnya.

“Saya ingin AMS menjadi Khoirunnas anfa’uhum linnas. Jadi sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain. Itu harapan saya selaku Ketua Distrik,” tuturnya.

Ia juga berharap apa yang diwacanakan dalam acara saresehan budaya dapat benar-menghasilkan menghasilkan sebuah ouput dan tidak hanya sebagai jargon dan seremonial. Oleh karena itu, perkembangannya akan terus dikawal oleh AMS.

“Nilai-nilai luhur budaya dan situs-situs budaya mari kita sama-sama lestarikan sebagaimana keinginan masyarakat Ujungjaya. Juga dorongannya dari Pemerintah baik secara regulasi maupun dari sisi anggaran kita nantikan,” tuturnya.

Bupati H Dony Ahmad Munir mengapresiasi AMS Distrik Sumedang yang berusaha hadir menjadi bagian solusi di tengah-tengah masyarakat.

“Selamat Milad. Mudah-mudahan AMS tetap jaya, maju, eksis, dan tetap menjadi Pakusarakan. Menjadi pionir dalam mageuhan daerah, kabupaten dan negara,” kata Bupati.

Menurut Bupati, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka milangkala tersebut merupakan kegiatan yang sangat positif, kontekstual dan tematik yang tepat dikembangkan di Sumedang.

“Jadi kontekstual, update, tematik melihat judul yang luar biasa. Tidak banyak peringatan HUT diisi kegiatan yang seperti ini. Kegiatannya menghasilkan, merumuskan solusi- solusi, atas persoalan masyarakat,” tuturnya.

Ia mengungkapan, terkait dengan konteks mempertahankan budaya lokal di tengah-tengah rencana kawasan industri Ujungjaya, semuanya tercantum dalam Visi Misi Sumedang Simpati yang ketiga yaitu pengembangan wilayah ekonomi yang didukung dengan peningkatan infrastuktur dan daya dukung lingkungan serta pemanfaatan budaya dan kearifan lokal.

“Misinya jelas maju, infrastukturnya bagus, lingkungannya lestari budayanya tetap kuat, termasuk memelihara kearifan lokal itu tercantum dalam misi yang ke tiga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk wilayah Ujungjaya sudah ditetapkan wilayah kawasan Industri yaitu kawasan Industri “Butom” yakni Buahdua, Ujungjaya dan Tomo sebagaimana tercantum dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah.

“Sudah diketok palu oleh DPRD dan Pemerintah Daerah, tinggal bagaimana industri ini memberikan kemanfaatan ke masyarakat yang sebesar- besarnya dengan tetap melestarikan nilai budaya lokal yang ada,” paparnya.

Ia menjelaskan, Ujungjaya sangat cocok dan strategis karena berlokasi di tengah- tengah koridor pertumbuhan ekonomi Bandung- Cirebon.

“Alhamdulilah tahun ini Ujungjaya infrastukturnya paling besar, mungkin baru tahun sekarang Jalan Keboncau- Kudangwangi- Sukamulya- Palasari- Ujungjaya beres perbaikannya. Sudah bagus, untuk Ujungjaya- Conggeang baru sebagian di perbaiki, kebetulan daerah tersebut dilintasi jalan tol. Jadi perbaikinnya sesudah jalan tol beres, kalau dibangun sekarang akan terlewati tol dan akan terganggu arus proyek. Jadi rencana Pemerintah Daerah tahun 2021 jalan- jalan Kabupaten Sudah bagus semunya perbaikannya beres,” ujarnya.

Ditambahkan Bupati, banyak seni dan budaya di Ujungjaya yang harus dijaga termasuk situs-situs budayanya. Oleh karena itu, ia meminta agar disiapkan konsepnya mumpung sekarang lagi dibahas oleh DPRD dan Pemerintah Daerah yaitu Raperda Sumedang Puseur Budaya (SPBS).

“Sekarang lagi pembahasan oleh Pansus, Disparbudpora dan unsur terkait lainnya. Dalam Peraturan Daerah tersebut tertuang bagaimana menjaga, melestarikan budaya yang ada di daerah. Termasuk mengembangkan budaya sebagai daya ungkit untuk meningkatkan etos kerja masyarakat kita,” katanya.

Bupati berharap, Budaya Sumedang bisa berdiaspora, menyebar ke daerah lain. Hal itulah yang perlu didiskusikan.

“Cara berdiaspora itu menyebar luas. Harus mempunyai media. Harus punya strategi. Mari kita kembangkan, wacanakan termasuk sekarang sudah dibuka oleh AMS. Harus sistematis rumusannya dan menjadi bagian solusi untuk memajukan budaya Sumedang,” pungkasnya. (Abas)

Categories: Regional