Perlu Dikawal, Target Ekonomi Makro Jabar 2020

ADIKARYA PARLEMEN

 

BANDUNG, elJabar.com — Perkembangan perekonomian global diwarnai ketidakpastian yang besar dan tantangan yang dihadapi, pemerintah merasa penting mengarahkan kebijakan untuk mengoptimalkan berbagai potensi domestik dalam rangka memperkuat ketahanan perekonomian nasional.

Untuk sektor domestik, perlu terus dibangun industri yang terintegrasi antar pelaku usaha. Baik usaha besar, usaha kecil dan Koperasi, bahkan secara vertikal maupun horisontal melalui model partnership.

Hal ini diharapkan terwujud suatu kekuatan bisnis di tingkat regional, yang pada akhirnya dapat berdaya saing di daerah sendiri.

Sementara dari sektor eksternal, perlu disiapkan berbagai sektor unggulan yang dikelola melalui model ekonomi inklusif yang melibatkan seluruh pelaku usaha secara terintegrsi, baik vertikal maupun horizontal, sehingga berdaya saing di pasar global.

Dalam rencana target ekonomi makro Pemprov Jabar tahun 2020, menurut Anggota Komisi 2 DPRD Jabar, A. Sopyan, setidaknya terdapat tiga potensi ekonomi yang perlu dioptimalkan untuk menopang ketahanan ekonomi nasional.

Potensi pertama adalah kepercayaan dan keyakinan yang tinggi dari pelaku ekonomi terhadap pemerintah dan pemangku kebijakan lainnya. Potensi kedua adalah teknologi digital yang berkembang pesat.

Perkembangan positif ini bila dimanfaatkan dengan tepat melalui model koperasi yang pada dasarnya menganut prinsip sharing economy akan dapat meningkatkan efisiensi dan mendukung kegiatan ekonomi domestik.

“Potensi ekonomi tersebut, apabila diberdayakan secara efektif, akan memperkuat potensi sumber daya domestik yang ada. Sumber daya manusia dan sumber daya alam,” ujar A. Sopyan, kepada elJabar.com.

Dalam kaitan ini pula, bonus demografi yang direpresentasikan dengan populasi penduduk usia produktif yang lebih besar dari penduduk usia lanjut dan anak-anak akan menjadi potensi dari sisi tenaga kerja, sekaligus basis konsumen yang kuat sejalan dengan meningkatnya kelas menengah di Indonesia. Bonus demografi ini jika dikelola dengan tepat akan memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk menjadi lebih sejahtera.

Potensi ketiga terkait belanja infrastruktur. Proyek infrastruktur yang akan dikembangkan Pemprov Jabar adalah jalan, Jembatan, Bandara, Pelabuhan Laut, Rel Kereta Api dan Terminal Bus.

“Ini harus kita dukung dan kita kawal. Sehingga target maksimal dapat tercapai, dan dirasakan oleh masyarakat Jabar,” harpanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menurut A. Sopyan, akan terus memacu pembangunan infrastruktur dalam lima tahun ke depan, guna melanjutkan tren pertumbuhan ekonomi yang melaju di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Infrasruktur dinilai menjadi prasyarat bagi peningkatan daya saing provinsi dengan jumlah penduduk 50 juta jiwa itu. Pada tahun 2018, Provinsi Jawa Barat mencetak pertumbuhan ekonomi 5,64% atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang ada di level 5,17%. Hal ini merupakan benefit dari keberadaan infrastruktur sehingga bisa memacu roda perekonomian. (muis)

Categories: Politik

Tags: ,,