Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Pariwisata

ADIKARYA PARLEMEN

 

BANDUNG, elJabar.com — Sektor pariwisata Jawa Barat masih memiliki potensi yang sangat besar dalam menopang perekonomian daerah dan potensial bagi pemasukan daerah.

Secara nasional pun, sector pariwisata masih menjadi sector unggulan yang mampu berkontribusi positif sebagai penyumbang devisa terhadap Negara. Bahkan pada tahun 2018 berdasarkan data Kementerian Pariwisata, diperkirakan terjadi peningkatan 20 % dibanding 2017.

Tren peningkatan ini diyakini akan terus mengalami peningkatan jika seluruh komponen industri bisa saling berkolaborasi dalam membangun pariwisata Indonesia secara berkelanjutan.

Arah kebijakan pembangunan Provinsi Jawa Barat untuk kabupaten/kota difokuskan pada upaya pengembangan destinasi pariwisata dan produk wisata, serta meningkatkan kualitas ekonomi kreatif. Termasuk peningkatan promosi pariwisata berbasis digital.

Pelaksanaan arah kebijakan tersebut, dikelompokkan kedalam 3 kategori pengembangan. Yang pertama, membangun akses ke destinasi yang sudah ada di wilayah kabupaten/kota yang telah memiliki potensi pariwisata dan dapat dioptimalkan lebih baik.

Kebijakan ini terutama bagi wilayah yang sudah dikembangkan dan ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Provinsi (DPP) dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Provinsi, yang meliputi  destinasi pariwisata Bogor-Cianjur-Sukabumi dengan pusat Kota Bogor. Berikutnya destinasi pariwisata Karawang-Bekasi, dengan pusat Kabupaten Bekasi. Lalu destinasi pariwisata Cirebon Raya dengan pusat Kota Cirebon. Lalu destinasi pariwisata Cekungan Bandung, dengan pusat Kota Bandung. Dan terakhir destinasi pariwisata Pangandaran-Tasikmalaya-Garut-Cianjur dengan pusat Kabupaten Pangandaran.

Kemudian kategori yang kedua, membangun destinasi wisata baru dengan memberikan nilai tambah pariwisata dari kawasan yang sudah ada. Diantaranya pemanfaatan badan air/revitalisasi situ, dan sempadan pantai, serta pengembangan desa wisata.

Dan kategori yang ketiga, membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis pariwisata. Yaitu KEK Pariwisata Cikidang-Sukabumi di Kabupaten Sukabumi, KEK Lido di Kabupaten Sukabumi, KEK Jatigede di Kabupaten Sumedang, KEK Agrowisata di Kabupaten Purwakarta, KEK di Kabupaten Pangandaran, dan KEK Kota Raya Walini di Kabupaten Bandung Barat.

Disamping upaya pemerintah daerah dalam membangun destinasi dan infrastruktur pariwisata, infrastruktur pendukung yang tidak kalah penting menurut Anggota Komisi 2 DPRD Jabar,  A. Sopyan, adalah bandara dan jalan.

“Salah satu infrastruktur penting pariwisata adalah akses jalan raya dan bandara. Bandara berskala internasional, merupakan salah satu infrastruktur yang sangat diandalkan dalam dunia pariwisata internasional,” ujar A. Sopyan, kepada eljabar.com.

Infrastruktur pendukung ini menurut Sopyan, menjadi sangat penting untuk kemudahan akses dalam upaya meningkatkan jumlah pengunjung. Baik dari luar negeri maupun dalam negeri.

Bandara dan akses jalan raya yang refresentatif, menjadi gerbang utama masuknya para wisatawan dari berbagai negara dan pelosok daerah. Dan ini menjadi representasi secara umum terhadap citra sebuah Negara maupun kota yang dikunjungi.

“Ini menjadi gerbang utama masuknya para wisatawan mancanegara. Juga sekaligus menjadi representasi secara umum, citra negara maupun citra kota yang mereka kunjungi,” jelasnya.

Supaya Jabar menjadi destinasi utama pariwisata di Indonesia, fasilitas serta pelayanan bandara internasional yang ada di Jabar, tentu saja perlu terus ditingkatkan sehingga benar-benar prima.

Di sisi lain, kualitas jalan dan sarana transportasi dari bandara menuju kawasan dalam kota serta luar kota juga menurut Sopyan, perlu terus dibenahi. Sehingga hal ini menjadi daya dukung dalam pengembangan pariwisata Jawa Barat.

“Kualitas jalan perlu ditingkatkan. Termasuk perbaikan sarana transportasi dari bandara ke lokasi pariwisata, baik yang ada didalam kota maupun luar kota,” pungkasnya. (muis)

Categories: Adikarya Parlemen,Politik

Tags: ,,