Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Inovasi

ADIKARYA PARLEMEN

 

BANDUNG, eljabar.com — Arah kebijakan pembangunan Provinsi Jawa Barat untuk kabupaten/kota dalam upaya pertumbuhan ekonomi umat yang berbasis inovasi difokuskan pada upaya revitalisasi lahan, dukungan infrastruktur, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia.

Selain itu pengembangan kawasan klaster pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, serta mengembangkan unit pengelolaan hutan rakyat lestari dan meningkatkan akses pemanfaatan hutan melalui perhutanan social, menjadi arah kebijakan Pemprov Jabar dalam rencana pembangunannya.

Dan tidak kalah pentingnya juga dalam arah kebijakan pembangunan tersebut menurut Anggota Komisi 2 DPRD Jawa Barat, A. Sopyan, adalah meningkatkan kualitas kelembagaan, dukungan pembiayaan usaha dan peningkatan akses pasar.

Arah kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan IPM kabupaten/kota yang memiliki capaian indikator pengeluaran per-kapita yang disesuaikan masih rendah untuk sejumlah daerah.

Selain itu, arah kebijakan ini ditujukan untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan meningkatkan kinerja perekonomian kabupaten/kota yang pertumbuhan ekonominya lebih lambat dibandingkan dengan daerah lainnya.

“Sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam upaya pembangunan di Jawa Barat. Pemerataan pembangunan menjadi kebijakan yang penting dalam mempercepat laju pertumbuhan perekonomian Jabar,” ujar A. Sopyan, kepada eljabar.com.

Upaya konkrit dalam mewujudkan peningkatan daya beli dan ekonomi menurut Sopyan,  kabupaten/kota setempat memiliki peran dalam menyerap tenaga kerja dan sumber daya lokal untuk pengembangan pusat perekonomian baru.

Seperti contoh misal pada Kawasan Segitiga Emas Rebana untuk pengembangan kawasan klaster pertanian meliputi   Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Subang. Khususnya pada lumbung padi nasional di Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu.

“Ini harus terus dikembangkan dan dijaga. Sehingga potensi setiap daerah, minimal mampu menghidupi kebutuhan daerahnya sendiri,” jelasnya.

Sedangkan pengembangan-pengembangan klaster kelautan di Pantai Utara dan Selatan Jawa Barat, yaitu untuk pengembangan klaster perikanan dan pengembangan klaster industri, yang sesuai dengan daya dukung dan daya tampung atau karekteristik dan potensi wilayahnya.

Untuk wilayah kabupaten yang sudah memiliki tingkat perekonomian yang relatif lebih baik, menurut Sopyan, harus didorong untuk semakin meningkatkan ketersediaan, akses, distribusi produksi, penguatan cadangan, serta diversifikasi produksi yang terintegrasi serta iklim investasi keamanan yang kondusif.

“Untuk daerah yang relative sudah baik, penting untuk didorong agar lebih baik lagi. Sehingga  mampu berkembang untuk daerahnya, bahkan untuk daerah lain,” tandasnya.

Disamping itu dalam kaitannya dengan inovasi-inovasi baru, penting juga dilakukan upaya untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan angkatan kerja yang berbasis digital dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan pasar serta mengembangkan inkubator bisnis.

“Ini penting untuk mengimbangi kemajuan teknologi, supaya tidak tertinggal, supaya tidak kalah bersaing dengan yang lainnya,” pungkasnya. (muis)

Categories: Adikarya Parlemen,Politik

Tags: ,,