Pasca Dilalap Si Jago Merah, Warung Sate Leces Gaul Kembali Buka

Nasib tidak bisa diukur, malang tidak bisa dicegah. Begitu kira kira ungkapan yang tepat bagi Eet Sunarya pemilik Warung Sate Kambing Dadakan Leces Gaul yang berlokasi di Jalan Raya Parakanmuncang Simpang Dusun Sadang Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari. Pasca kebakaran yang menghanguskan hampir seluruh bangunan warung satenya, kini mulai bangkit lagi dari nol.

 

ABAS – eljabar.com

Pagi itu Minggu (1/12/2019) udara di bilangan Jalan Raya Parakanmuncang Simpang atau di daerah Dusun Sadang Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari cukup sejuk. Gunung Kareumbi sebagai panorama di sebelah timur terlihat kokoh dengan rerumputan hijau yang mulai tumbuh pasca diguyur hujan.

Lalu lalang di Jalan Raya Parakanmuncang Simpang tepatnya di daerah Cipacing, Dusun Sadang Desa Raharja Tanjungsari terlihat lenggang. Disebelah kiri (kalau dari arah Parakanmuncang-menuju Sumedang) ada beberapa mobil dan motor yang diparkir di pelataran warsat Leces Gaul.

Memang tak seramai pada hari hari biasa di warung sate itu, hanya ada beberapa mobil dan motor yang diparkir. Paska kebakaran yang melanda warsat itu, aktivitas menjadi sepi. Bagaimana tidak, warung sate kambing dadakan yang biasanya mampu melayani hingga ratusan pengunjung itu harus tutup hingga beberapa hari lantaran bencana kebakaran.

Namun, karena tidak ingin mengecewakan konsumen, pemilik Warsat Leces Gaul Eet Sunarya kembali membuka warung sate meski ditempat bekas puing puing kebakaran. Menurutnya, berlarut larut dalam kesedihan tidak menyelesaikan masalah. Justru malah membuat masalah bertambah.

Bagi Eet, musibah adalah ujian, dan pengingat dari Sang Maha Pencipta untuk lebih mengenal Allah Swt. Harta dan kesuksesan adalah titipan, dan bisa sewaktu waktu diambil oleh Allah Swt. Merintis dari awal, dengan tabungan yang ada bagi Eet sudah biasa. Yang terpenting, katanya, bagaimana agar konsumen tidak kecewa.

Dengan wajah berkaca kaca, dan sesekali mengeluarkan air mata dari wajah yang tidak muda lagi, Eet berusaha bangkit dan tegar. Dengan sisa barang barang yang ada, Eet dibantu tiga pekerja bangunan, mulai membangun warsat dari sisa sisa puing bekas kebakaran.

Meski terkesan seadanya, minimal bisa melayani konsumen yang hendak mencicipi satenya.

“Kebakaran Sabtu Malam Minggu, semuanya habis terbakar, freezer, TV, peralatan, meja, kursi, dan seperangkat alat internet dan CCTV hangus. Daging sapi, kambing yang belum dibakar pun ludes. Total kerugian ditaksir Rp300 jutaan,” katanya.

Dengan menelan liur ludahnya, Eet mencoba mengingat kenapa bisa sampai terbakar. Setahu dirinya, kompor, arang bekas pembakaran sate sudah dimatikan sebelum dirinya meninggalkan warung pada Sabtu jam 12.00 lalu.

“Warung tutup jam 12.00, saya bergegas ke Pasar Induk Caringin Bandung, eh udah beli tomat dan segala macam keperluan, ada telepon warung kebakaran,” katanya.

Dirinya pun tidak langsung melihat kondisi warung. Tetapi diserahkan ke anak pertamanya. Dia tidak tega melihat warung yang dirintisnya dari nol rata dengan tanah.

“Besoknya saya melihat ke lokasi. Benar saja, tidak ada yang tersisa, hanya bagian depan (bekas warung pertama) dan piring plastik yang disimpan di dalam lemari,” katanya.

Imbas insiden itu, Eet berencana membuat warung lagi meski harus mengutang ke material. Pada Kamis (28/11/2019) warung kembali buka dan melayani pembeli baik dimakan di warung maupun dibawa ke rumah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Warsat Sate Kambing Dadakan Leces Gaul di Jalan Raya Simpang-Parakanmuncang Km 5 Dusun Sadang Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari hangus dilalap si Jago Merah, Minggu (24/11/2019) sekira pukul 01.40 WIB.

Warung sate yang terbuat dari kayu dan bambu dengan ukuran 10×20 Meter persegi itu nyaris rata dengan tanah karena amukan Api. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, hanya saja kerugian ditaksir puluhan juta rupiah.

“Kejadiannya malam setelah beberapa menit tutup. Karena memang warung tidak dihuni atau dijaga karyawan, sehingga penyebab kebakaran belum diketahui,” kata Pemilik Warung Sate dadakan Leces Gaul, Eet Sunarya kepada Sumeks di lokasi kejadian.

Menurut Eet, tidak ada tanda-tanda percikan api dari tungku pembakaran sate. Sebab, setelah warung tutup, pembakaran sate dipadamkan terlebih dahulu. Bahkan, disiram air supaya memastikan tidak ada bekas arang pembakaran.

“Penyebabnya masih diselidiki pihak kepolisian, karena memang masih menunggu Puslabfor Mabes Polri. Kami belum bisa menduga-duga penyebab kebakaran atau ada sengaja yang membakar,” katanya. ***

Categories: Regional