Peran Perempuan Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif - El Jabar

Peran Perempuan Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif

ADIKARYA PARLEMEN

BANDUNG, elJabar.com — Sebagian besar pelaku ekonomi kreatif seperti UKM yang melahirkan produk kreatif, didirikan dan dikelola oleh kalangan perempuan. Artinya peran perempuan begitu besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi keluarga.

Hj. Lina Ruslinawati, Anggota Komisi 2 DPRD Jawa Barat, melihat potensi ekonomi kreatif ini sebagai salah satu upaya strategis untuk pemberdayaan perempuan di Jawa Barat, agar tercipta kemandirian ekonomi di kalangan perempuan.

“Ekonomi kreatif harus jadi motor penggerak pemberdayan perempuan di Jabar. Kemandirian ekonomi di kalangan perempuan, sebagai salah satu indikator penting dalam mencapai kesejahteraan keluarga,” jelas Lina Ruslinawati, kepada elJabar.com.

Secara nasional ekonomi kreatif akan menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan besarnya peluang di sektor ekonomi kreatif dan potensi kreativitas masyarakat Jabar, Lina Ruslinawati, berharap lebih banyak lagi perempuan yang terjun dan sukses di sektor ini.

Apalagi peluang untuk perempuan yang terjun dan sukses di industri kreatif  sangat prospektif dan terbuka lebar. Sebab peluang usaha, sektor ekonomi kreatif juga kebanyakan bisa berbasis home industry dan dikerjakan dari rumah sambil mengurus keluarga.

“Pemerintah harus lebih gencar dalam menggaungkan program edukasi dan meningkatkan kesadaran kalangan perempuan, termasuk yang di pedesaan. Sehingga berani menangkap peluang yang ada,” tandasnya.

Dengan jumlah yang cukup besar, kaum perempuan di Jabar tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Mereka harus diperhitungkan sebagai penggerak ekonomi modern seperti ekonomi kreatif.

Sudah saatnya kalangan perempuan bangkit, berdaya dan mampu mandiri dengan menjadi wirausaha di sektor ekonomi kreatif.

“Potensi perempuan sebagai penggerak ekonomi kreatif, tidak bisa dipandang sebelah mata. Sudah saatnya perempuan bangkit dan mandiri untuk menjadi wirausaha sukses,” ujar politisi Fraksi Gerindra DPRD Jabar ini, penuh semangat.

Dijelaskan Lina Ruslinawati, bahwa industri kreatif memberikan wadah untuk mendukung pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan. Di berbagai komunitas di dunia, nilai-nilai kebudayaan yang kaya dengan desain tradisional, dijaga dan dilestarikan oleh para perempuan.

Saat ini banyak wirausahawan atau masyarakat swasta yang peduli dan tergugah membantu mereka yang putus sekolah tanpa keahlian, untuk di didik dan diberikan keterampilan khusus. Termasuk dari kalangan wirausaha perempuan.

“Mereka sudah membuktikan, bahwa perempuan mampu menggerakkan industri kreatif dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional, meskipun skalanya masih tergolong kecil,” ungkapnya.

Aktif berkecimpung dalam dunia industri kreatif, tidak hanya sekadar membuat perempuan bisa mengaktualisasikan dirinya saja. Lebih dari itu, mereka bisa menginisiasi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lebih luas.

Namun pemerintah juga harus hadir dalam upaya pengembangan serta pemberdayaan prospek dan potensi perempuan dalam ekonomi kreatif.

Banyak sekolah kejuruan dengan basis studi kejuruan, seperti tata boga, pariwisata serta manajemen pemasaran yang erat dengan dasar-dasar kemampuan untuk pengembangan ekonomi kreatif bagi perempuan.

“Tinggal pemerintah sekarang melanjutkannya menciptakan kewirausahaan sosial dengan mengawinkan pendidikan serta industri kreatif,” ujarnya.

Kemudian untuk memberdayakan masyarakat yang putus sekolah dan termarjinalkan, pemerintah menurut Lina, perlu juga membangun sekolah terpadu bagi anak-anak yang putus sekolah, tanpa terikat ijasah. Sekolah yang lebih menitikberatkan pada kemampuan keterampilan, dan terintegrasi dengan usaha pengembangan industry kreatif.

Memang akan menemui berbagai kendala dalam merekrut atau menampung siswa putus sekolah. Maka jaminan pemberdayaan dan pengembangan keterampilan mereka setelah diberi pelatihan atau pendidikan, harus nyata dan difasilitasi juga oleh pemerintah. Sehingga motifasi mereka juga bertambah.

Program ini menurut Lina Ruslinawati, penting dilakukan oleh pemerintah, sampai tuntas. Karena berkaitan juga dengan angka kemiskinan, dan rawannya remaja perempuan terjerumus pada tindakan asusila, bahkan menjadi objek orang-orang yang tidak bertanggungjawab, seperti human trafficking.

“Pendidikan merupakan cara paling ampuh dalam memutus mata rantai kemiskinan. Jadi pemerintah wajib hadir dalam upaya membantu mereka yang putus sekolah dan tidak memiliki usaha. Ini tanggungjawab kita semua, dan khususnya pemerintah,” pungkasnya. (muis)

Categories: Pemerintahan