Pendidikan Politik Bagi Masyarakat - El Jabar

Pendidikan Politik Bagi Masyarakat

ADIKARYA PARLEMEN

BANDUNG, elJabar.com — Di Indonesia peran Partai Politik adalah merupakan pilar penyangga demokrasi. Dalam artian  bahwa, keberadaan demokrasi tanpa adanya Partai Politik adalah sebuah situasi kekuasaan tanpa legitimasi.

Dimana partisipasi politik ini mencakup semua kegiatan sukarela, melalui turut serta secara  langsung atau tidak langsung dalam pembentukan kebijaksanaan umum.

Partai politik merupakan wadah  bagi  masyarakat  untuk  berkumpul,  menyalurkan  aspirasi, dan pendapat politik yang memungkinkan untuk membangun negara. Kegiatan seseorang dalam partai politik merupakan suatu bentuk partisipasi politik.

Menjadi anggota dalam golongan politik seperti partai, kelompok penekan (pressure group), kelompok kepentingan (interest group) maupun duduk dalam lembaga politik seperti Dewan Perwakilan Rakyat. Termasuk mengadakan komunikasi dengan wakil-wakil rakyat yang duduk dalam badan-badan itu, ikut berkampanye,  atau menghadiri  kelompok  diskusi  dan sebagainya.

Karena begitu pentingnya peran Partai Politik, maka menurut Politisi yang juga Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jawa Barat, H. Hery Ukasah, sudah selayaknya jika Partai Politik mampu menjamin  demokrasi yang sehat dan efektif, dengan menciptakan kondisi Partai Politik yang sehat dan efektif.

“Partai politik memungkinkan  untuk  melaksanakan  rekrutmen pemimpin atau proses  pengkaderan, pendidikan politik dan kontrol sosial yang sehat,” ujar H. Hery Ukasah, kepada elJabar.com.

Kehadiran partai politik dalam Negara demokrasi tidak dapat dilepaskan dari peran dan fungsinya. Tidak hanya kepada konstituen yang dikelola, tetapi juga kepada  bangsa dan negara.

Baik buruknya sebuah partai politik akan berdampak juga pada baik buruknya sebuah bangsa. Hal ini karena jabatan-jabatan  dalam sebuah  Negara, nantinya akan  diisi oleh  orang-orang dari  partai  politik yang ada melalui pemilu.

“Dengan partai politik pula, konflik dan konsensus dapat tercapai guna mendewasakan masyarakat. Konflik yang tercipta tidak lantas dijadikan alasan untuk memecah belah partai, tapi konflik yang timbul dicarikan konsensus, guna menciptakan partai yang sehat dan fungsional,” jelasnya.

Dalam rangka pelaksanaan sistem Negara yang demokratis, untuk dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat diperlukan partai politik yang bisa menjadi sarana partisipasi politik masyarakat dalam mengembangkan kehidupan demokrasi, untuk menjujung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab.

Parpol merupakan  wadah  bagi  masyarakat  untuk  mengekspresikan  serta  mengaktualisasikan  haknya  dalam mengeluarkan pendapat, berkumpul, dan berserikat sebagai hak asasi manusia dalam rangka mewujudkan kehidupan kebangsaan yang kuat.

Fungsi Parpol sebagaimana disebut dalam pasal 11 ayat 1 UU No 2 tahun 2011 tentang Partai Politik, antara lain sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat luas agar menjadi warga Negara Indonesia yang sadar akan  hak  dan  kewajibannya  dalam  kehidupan  masyarakat.

Banyak parpol di Indonesia membawa konsekuensi, bahwa seharusnya masyarakat pemilih mempunyai wawasan yang lebih luas tentang hal yang terkait dengan kebebasan berdemokrasi. Namun demikian, sampai saat ini peran parpol dalam memberikan pendidikan politik bagi masyarakat masih belum maksimal.

Kurang  terdidiknya  warga  negara  secara  politik,  menurut Hery Ukasah, telah menyebabkan  mereka  cenderung  pasif  dan mudah dimobilisasi untuk kepentingan pribadi/jabatan dari para elite  politik. Lebih dari itu, mereka juga tidak bisa ikut mempengaruhi secara signifikan proses-proses pengambilan keputusan yang berkaitan erat dengan kehidupan mereka.

“Padahal sudah menjadi rahasia umum, bahwa proses demokratisasi yang sehat mensyaratkan adanya partisipasi politik yang otonom dari warga negara. Partisipasi politik yang otonom ini, hanya dapat dimungkinkan jika warga negara cukup terdidik secara politik,” jelasnya.

Pendidikan  politik  bagi  masyarakat  sangat  diperlukan  agar  mereka  dapat  menentukan  pilihan politiknya secara cerdas dan untuk menjamin kualitas hasil pemilu. Dalam konteks pranata masyarakat modern yang demokratis, pemilu merupakan alat legal formal bagi rakyat untuk memilih wakil yang akan merepresentasikan kepentingannya.

Memilih dan dipilih adalah salah satu hak asasi bagi manusia. Untuk itu parpol  adalah salah  satu  pilar demokrasi yang idealnya memberikan pendidikan politik dan pencerahan kepada rakyat sebagai konstituennya.

Pentingnya pendidikan politik yang dilaksanakan oleh partai politik secara maksimal dan pada esensi yang sebenarnya, akan dapat memberikan dampak yang sangat baik bagi masyarakat.

Maksudnya masyarakat mampu menjadi orang yang sadar akan kewajiban mereka, serta yang paling penting dalam pelaksanaan pendidikan politik yaitu masyarakat menjadi sadar  dan  menjadi  orang yang pintar dalam  memberikan pilihan kepada partai politik atau calon yang benar dan tulus dalam hal kesejahteraan rakyat.

“Pelaksanaan pendidikan politik ini selain dapat dilakukan oleh pemerintah, juga bisa melalui lembaga-lembaga pendidikan formal yang ada, juga  bisa  dilaksanakan  secara  non-formal  oleh  organisasi-organisasi  masyarakat  sipil,” pungkasnya. (muis)

Categories: Pemerintahan