Dansektor 21: Pengerukan Sedimentasi Sungai Cidurian Bantu Ribuar Warga Terhindar Banjir - El Jabar

Dansektor 21: Pengerukan Sedimentasi Sungai Cidurian Bantu Ribuar Warga Terhindar Banjir

KAB. BANDUNG, eljabar.com — Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S. Ip., M.Si,. melaksanakan pengecekan pekerjaan pengerukan sedimentasi Sungai Cidurian yang berlokasi di Desa Buahbatu Kabupaten Bandung, Kamis (16/07/2020).

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Asep Supriatna Kepala Desa Buah Batu, Ariansyah Eka Saputra CEO PT Generasi Sinergi Prima, Hermana LPMD Buah Batu, Brigadir Saeful Bhabinkamtibmas Buahbatu, Kompol Maman S Kapolsek Bojongsoang, Peltu Amran Dansubsektor 04 Cidurian dan beberapa awak media yang setia mendampingi.

Dansektor 21 mengatakan bahwa pekerjaan anggota pada pengerukan sungai ini telah dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Pasalnya sebelum dikeruk pada 5 bulan yang lalu Subsektor 04 Cidurian ini melaporkan padanya bahwa situasi sungai sudah tinggi sekali sedimentasinya.

“Jadi 5 bulan yang lalu (28/02/2020) 1 Escavator dan 3 dumptruk bekerja di sini untuk mengambil sedimentasi, hasilnya adalah sudah terangkat kurang lebih panjang Sungai 3 km lebar 20 m dan kedalaman sekitar 3 sampai 4 meter sudah terangkat,” ungkapnya.

“Manfaat yang dirasakan Masyarakat adalah sebelum pelaksanaan pengangkatan sedimentasi ini apabila turun hujan di daerah sini atau di kota Bandung, maka daerah sini akan kena imbasnya banjir dan menggenangi sekitar seribu keluarga waktu itu. Tapi setelah kita angkat, kemarin hujan besar juga sudah tidak kena banjir lagi sehingga apa yang kita lakukan sektor 21 maupun Satgas Citarum harum lakukan untuk masyarakat disini mengena sekali,” tambahnya.

Yusep juga menambahkan bahwa hampir semua anak sungai Citarum kendalanya sedimentasi, bahkan di sektor 21 telah dilaksanakan pengerukan seperti Sungai Citepus dan beberapa Sungai lainnya dan saat ini di Sungai Cidurian.

Selain mengecek pekerjaan pengerukan, Kolonel Yusep juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam mengatasi dampak banjir di sungai Cidurian ini yakni dengan peningkatan tanggul.

“Tanggul ini dibuat oleh Masyarakat sini, terutama oleh perumahan yang ada disini. Pengembang disini juga sangat berkepentingan karena kalau banjir pengembang juga sangat dirugikan,” tutupnya.

Kepada wartawan Kolonel Yusep menyampaikan harapannya bahwa pada musim kemarau ini pekerjaan diselesaikan lebih cepat, dan setelahnya alat berat akan ditarik ke Posko dan Pembibitan 21 di Cipageran Kota Cimahi untuk mengerjakan kegiatan di Posko.

Ditempat yang sama Ariyanto Eka Saputra selaku CEO PT GSP yang selama ini membantu pekerjaan Satgas dalam segi moril dan materil, mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih kepada Satgas karena pengerukan kali ini adalah yang paling berdamak besar bagi masyarakat.

“Saya mewakili masyarakat dari unsur pengusaha sangat berterima kasih kepada Kodam 3 Siliwangi, kepada Dansektor 21 Citarum Harum karena ini dampaknya terasa sekali, karena sudah kurang lebih 2 tahun Sungai Cidurian ini tidak pernah diperhatikan pengurusannya nya. Baru kali ini, kalaupun sebelumnya pernah dilakukan pengerukan itu kurang lebih hanya 2 minggu dan panjangnya hanya 500 meter, Jadi saya pikir hampir 10 tahun kebelakang ini yang paling berdampak sepanjang 3 km sampai dengan 5 bulan pengerjaan. kami merasakan sekali dampaknya, musim hujan kemarin limpasan air sudah tidak ada, mudah-mudahan kedepannya pun kayak gitu,” ucap Ari.

Dalam kesempatan ini, Ari juga menjelaskan tentang peningkatan tanggul ini, “Panjang tanggul ini kita buat dari mulai jembatan sampai gerbang sekitar 750 meter ketinggian dari dasar sungai sampai ke ini 3 meter. sebenarnya pembuatan tanggul ini sudah dua tahap, pertama dibangun 2017 hanya 70 cm di atas top jalan tapi ternyata air masih limpas kita naikkan lagi sampai seperti kondisi sekarang putih saya jelas berkepentingan sekali untuk mengamankan kawasan ini dari lintasan air,” ujar Ari kepada wartawan.

Senada dengan Ariyanto, Asep Supriatna Kepala Desa Buahbatu mengungkapkan terimakasihnya, “Alhamdulillahdengan adanya pengaruh kan Sungai oleh Satgas Citarum harum sektor 21 sangat membantu, juga sangat berterima kasih kepada pengembang yang sebetulnya (peningkatan tanggul) murni dari biaya pengembang tetapi dampaknya ke masyarakat juga jadi merasa aman dari banjir,” katanya.

Asep menjelaskan masalah awal Cidurian adalah karena terjadinya percepatan sedimentasi, hal ini disebabkan oleh tanggulan permanen yang dibuat oleh petani untuk pengairan. Tetapi menurut aturan BBWS tidak boleh ada hambatan disini, akhirnya oleh adanya program ini Dansektor 21 menginginkan kelancaran, karena adanya tanggulan ilegal ini akan mempercepat sedimentasi, apalagi menurutnya sudah dua tahun ini tidak ada pengerukan dari BBWS Citarum.

Berikutnya, Asep juga mengungkapkan bahwa pengerukan ini pernah diusulkan pada tahun 2017 dan 2018, “Pernah diusulkan melalui musrembang (kepada BBWS) belum ada realisasi. Sudah lama ini dari tahun 2017 juga sudah diusulkan 2017-2018, pernah ada sebetulnya itu realisasi di sana di dekat Jalan tol kurang lebih sekitar 100 meteran tapi belum ada kelanjutan lagi,” ujarnya.

Asep mengungkapkan juga partisipasi Masyarakat yang sangat mendukung program pengerukan ini, “Dari masyarakat sebetulnya sangat mendukung dan ada partisipasi, kalau dinilai materi mungkin tidak seberapa tapi dukungan moral terhadap pengembang untuk membangun ini sangat tinggi. saya sampaikan kepada warga, program Citarum ini kan mungkin hanya sementara saja sebetulnya sungai ini saya sampaikan kepada warga ini adalah milik kita dan manfaatnya untuk kita. Untuk itu, saya sarankan dan saya himbau untuk ikut serta membersihkan sungai,” terang Asep.

Sedangkan untuk antisipasi permasalahan sampah yang dibuang ke sungai Asep menjelaskan, “Kita sementara yang di perumahan itu itu yang diangkut oleh dinas kebersihan sedangkan yang di sini sementara dikelola tetapi dengan cara yang konvensional harapan kedepannya kita mempunyai tempat pengelolaan sampah sendiri dengan mempunyai teknologi yang ramah lingkungan, ke depan saya akan bekerja sama dengan Ari selaku pengembang dan beliau merespon dengan baik,” pungkasnya. (**)

Categories: Regional