22 Persen Anak Usia 6-11 Tahun di Bandung Telah Divaksin COVID-19 – El Jabar

22 Persen Anak Usia 6-11 Tahun di Bandung Telah Divaksin COVID-19

BANDUNG, eljabar.com — Sebanyak 51.303 anak usia 6-11 tahun di Kota Bandung atau sebesar 22,93 persen dari target populasi, sudah divaksin COVID-19.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr Rosye Arosdiani Apip, Senin 3 Januari 2022.

Rosye bilang, vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun itu berjalan dengan aman dan lancar.

“Vaksinasi terus dilaksanakan oleh Dinkes untuk mendukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bandung,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Rosye, belum ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dialami oleh anak-anak 6-11 tahun.

Menurutnya, selain vaksinasi, Dinkes juga turut memantau PTM dengan menindaklanjuti jika ada siswa sekolah yang mengalami demam, sesak nafas dan lain-lain yang gejalanya mengarah pada infeksi COVID- 19.

“Selama ini orang tua juga turut mendukung anak-anaknya untuk menerima vaksinasi, mungkin masih ada orang tua yang belum setuju anaknya divaksin karena anaknya sedang sakit dan lain-lain. Tapi kami belum menerima laporan orang tua yang benar-benar menolak anaknya divaksinasi COVID-19,” ucapnya.

Rosye menambahkan, pandemi COVID-19 belum berakhir. Untuk itu, vaksinasi pada anak adalah hal yang harus dilakukan, karena selain memberikan perlindungan pada anak juga untuk memperlancar PTM dan mencegah penularan pada kelompok rentan lainnya di rumah.

“Jika anak tidak divaksin maka bisa menjadi sumber penyebaran, vaksinasi adalah bentuk perlindungan pada anak,” tutur Rosye.

Dia mengatakan, vaksinasi harus dilakukan secara terintegrasi bukan hanya pada dewasa dan lansia, tapi juga anak-anak.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melakukan 3T dan 6M, meski kasus melandai namun kita masih harus menjaga protokol kesehatan,” ujarnya.

Saat ini, Dinkes Kota Bandung juga tengah menunggu arahan pusat terkait vaksinasi COVID-19 tahap ke-3. Mengingat perkembangan pandemi Covid 19 yang masih berubah-ubah. ***

Categories: Pemerintahan