Bagaimana tidak mahir berbahasa asing, kata Apip, pada waktu waktu tertentu bahasa yang digunakan sehari-hari santri dan guru menggunakan bahasa inggris dan Arab. Juga setiap siswa dilarang membawa HP untuk meminimalisir penggunaan negatif HP.
“Kita fasilitasi mereka komputer dan laptop di laboratorium komputer. Sementara kalau untuk komunikasi dengan orang tuanya diserahkan ke wali santri,” ujarnya.
Apip menambahkan, dengan raihan prestasi Lulusan Al Aqsha ini menjadi motivator dan penyemangat bagi adik-adik kelasnya juga kepada orang tua yang ingin melanjutkan anak-anaknya sekolah luar negeri. Karena pihaknya selalu membangun komunikasi setiap bulan dengan alumni yang ada di Al-Ahar kemudian di Damaskus secara virtual dipertemukan dengan adik-adik kelasnya di sini. Sehingga mereka bisa berbagi pengalaman bagaimana belajar di luar negeri termasuk tips tips agar lulus seleksi.