Tim Jihandak Polda Jatim Amankan Granat di Jungcangcang, Disposal Dilakukan Setelah Hujan Reda

PAMEKASAN, eljabar.com – Granat Nanas yang ditemukan di teras sebuah rumah kosong di Jalan Brawijaya, Jungcangcang, Pamekasan, telah diamankan tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Polda Jatim pada Kamis (20/01/2022) sore.
Kasi Humas Polres Pamekasan AKP Nining Dyah menjelaskan bahwa granat tersebut awalnya ditemukan oleh seorang penjual mainan anak-anak yang biasa menjajakan dagangannya di depan SDI Al Munawarah pada pukkl 11.15 WIB.
“Penjual mainan anak-anak yang menemukan granat itu bernama Usman,” terang AKP Nining Dyah di lokasi, Kamis (20/01/2022).
Dyah menjelaskan, Usman menemukan granat tersebut saat akan memarkir motornya SDI Al Munawarah. Seketika ia melihat besi bulat karatan yang terdapat garis kotak-kotak.
Sewaktu menemukan Usman curiga jika besi bulat tersebut adalah sebuah benda yang bisa meledak sehingga memanggil petugas Satpam SDI Al Munawarah untuk melihat bersama-sama.
Karena dikhawatirkan akan membahayakan siswa SDI Al Munawarah dan warga maka seorang warga setempat bernama Ipung segera memindahkan barang yang diduga granat nanas itu ke rumah kosong yang tepat berada di depan sekolah tersebut.
“Kemudian granat tersebut dibungkus plastik dan warga setempat melaporkan ke Polsek Pamekasan,” paparnya.
Setelah menerima laporan masyarakat atas benda yang diduga granat tersebut, Kapilres Pamekasan menurut Nining langsung berkoordinasi dengan tim Jihandak Polda Jatim untuk melakukan pemeriksaan.
Setelah tiba di lokasi pada sore hari, tim Jihandak Polda Jatim segera membawa granat tersebut untuk dilakukan disposal. Namun, karena masih hujan lebat tindakan disposal tidak bisa dilaksanakan.
“Karena hujan lebat disposal tidak mungkin dilakukan,” urai AKP Nining Dyah.
Terpisah, penemu granat tersebut Usman (52) membenarkan jika menemukannya di pinggir saluran drainase yang baru selesai dibangun.
Sebelumnya, warga Desa Nyalabu itu Usman yang mengaku sempat menggulir-gulirkan benda yang mirip granat tersebut dengan kakinya.
Namun karena curiga, Usman akhirnya mendatangi Heriyanto di pos satpam SDI Al Munawarah karena yakin benda tersebut adalah granat.
Lantas keduanya mendatangi Syaiful yang rumahnya berada di samping rumah kosong itu. Kemudian mereka bertiga memindahkan granat itu ke rumah kosong dan melaporkan penemuan tersebut ke pihak berwajib. (idrus)







