Regional

Alami Penurunan 1,5 Meter, Jembatan Ngantru Akan Diganti Dengan Jembatan Baru

NGAWI, eljabar.com — Jembatan Ngantru yang menghubungkan Kabupaten Ngawi dan Bojonegoro, Jawa Timur, membutuhkan penanganan serius.

Pasca dihantam truk molen yang mengangkut semen curah, Rabu (09/02/2022), pukul 01.00 WIB pekan lalu, jembatan rangka baja yang berada di KM. SBY 177+375 tersebut menjadi hancur. Rangka jembatan mengalami kerusakan parah dan posisi jembatan turun dari posisi eksistingnya hingga 1,5 meter.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Nanang Permadi mengungkapkan, dengan kondisi jembatan seperti itu maka tidak mungkin untuk dilakukan perbaikan.

“Jembatan Ngantru akan diganti dengan jembatan baru,” kata Nanang kepada eljabar.com melalui pesan Whatsapp, dan tengah menuju ke lokasi Jembatan Ngantru di Desa Ngawi Purba, Ngawi, Selasa (15/02/2022).

Nanang melanjutkan, selain berdasarkan kondisi pasca dihantam truk semen, kajian mendalam juga telah dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali. Berdasarkan kajian itu maka pimpinan mengarahkan agar Jembatan Ngantru diganti dengan yang baru.

“Sesuai arahan pimpinan,  penggantian Jembatan Ngantru akan diselesaikan sebelum memasuki bulan puasa tahun ini,” imbuh Nanang yang saat dihubungi eljabar.com sedang dalam perjalanan menuju lokasi Jembatan Ngantru.

Diberitakan sebelumnya, jembatan rangka baja sepanjang 35 meter tersebut sempat direhabilitasi pada tahun 2021 lalu. Namun, sebuah truk molen semen curah yang mengalami rem blong menghantam jembatan tersebut.

Kondisi truk yang mengalami rem blong itu tidak kuat menanjak dan akhirnya berjalan mundur sehingga menabrak pada bagian utama Jembatan Ngantru.

Benturan yang keras yang ditimbulkan mengakibatkan beberapa bagian struktur dan konstruksi jembatan mengalami deformasi.

Hingga saat ini, pihak BBPJN Jawa Timur-Bali melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Jawa Timur, masih bekerja secara cepat melakukan penanganan darurat.

Sebuah jembatan darurat, yaitu jembatan bailey telah dirakit dan dipasang di sisi Jembatan Ngantru. Hingga menasuki hari ke-6 penanganan, jembatan bailey yang berada di sisi tak lama lagi sudah bisa difungsikan.

Namun demikian, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Jawa Timur Nanang Permadi mengimbau agar pengguna jalan memperhatikan batas maksimal kendaraan yang dapat melintas di jembatan bailey tersebut. Kendaran yang boleh melintas hanya yang berkapasitas maksimal 8 ton.

Hingga saat ini, arus lalu lintas dari Ngawi-Bojonegoro dan sebaliknya, masih dialihkan melalui jalur alternatif telah disiapkan. Sejumlah rambu dan penunjuk arah untuk memudahkan pengguna jalan, juga telah terpasang di beberapa titik lokasi. (*wn)

Show More
Back to top button