Nasional

Dimaksimalkan Untuk Jalur Lebaran, H-10 Pengerjaan Pelebaran Jalan Manyar Dihentikan

SURABAYA, eljabar.com – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.3 Balai Nesar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali Sentot Wijayanto mengungkap mulai H-10 Hari Raya Idul Fitri pengerjaan pelebaran Jalan Raya Manyar dihentikan.

Hal ini dimaksudkan agar tidak mengganggu arus lalu lintas pada libur lebaran uang diperkirakan meningkat.

“Mulai H-10 distop untuk jalur lebaran,” ujar Sentot melalui ketetangan tertulis yang ditwrima eljabar.com melalui aplikasi pesan elektronik pada Selasa, 4 April 2023.

Meski begitu sisi utara jalan Raya Manyar selama libur lebaran akan dimanfaatkan sementara sebagai jalan alternatif untuk mengurai kemacetan.

“Sesuai kesepakatan hasil dari tinjauan bersama dengan DPUTR Gresik. Sisi utara jalan raya manyar selama libur lebaran dimanfaatkan sementara sebagai jalan alternatif minimal kendaraan roda dua bisa lewat,” terang Sentot.

Hingga menjelang libur lebaran, pengerjaan proyek untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Jawa Timur JIIPE tersebut, terus dikebut. Sisi utara jalan Raya Manyar yang sedang digarap ditarget bisa dilewati sebelum masuk libur lebaran mendatang.

Di samping itu, Sentot juga menjelaskan bahwa realisasi progres sampai saat ini telah mencapai 5 persen. Artinya, realisasi ini on progres dari yang ditargetkan sebesar 3 persen.

“Progress saat ini sekitar 5 persen. Artinya kita on progress dari yang semestinya 3 persen,” tuturnya,

Lebih lanjut Sentot menambahkan, item-item pekerjaan yang sedang dilakukan berupa galian, timbunan, pemadatan dan pasangan batu tembok penahan tanah (TPT).

“Sebelum libur lebaran galian harus sudah tertutup dengan timbunan semua,” kata Sentot.

Pengerjaan pelebaran Jalan Raya Manyar bukan tanpa kendala. Sejumlah utilitas bawah tanah seperti kabel dan pipa gas dapat memperlambat pekerjaan.

“Utilitas bawah tanah agak memperlambat pekerjaan kita. Tapi kini sudah berhasil diatasi. Tinggal utilitas yang ada di sisi timur,” lanjutnya.

Disinggung persoalan mengenai banjir di permukiman Manyar Komplek yang diduga akibat adanya pekerjaan proyek yang menghambat saluran air, pihaknya belum bisa memastikan.

“Masih kita tinjau ke lapangan, namun dugaan sementara dari tumpukan sampah di saluran air. Nanti akan cek ke lapangan,” pungkasnya.

Tahap pertama pengerjaan proyek yang masuk proyek Strategis Nasional (PSN) itu dilaksanakan oleh PT Liman Jaya Transmix dengan nilai kontrak sebesar Rp 18 miliar.

Pada tahun ini yang akan dikerjakan sepanjang 1 kilometer. Kemudian dilanjutkan pada tajin drpan sepanjang 3,7 kilometer. Nantinya, Jalan Raya Manyar akan memiliki lebar 22 meter dan empat lajur di dua jalur. (*wn/red)

Show More
Back to top button