Pemerintahan

RSUD Sumenep Perketat Validasi Data, Cegah Risiko Kesalahan Medis

SUMENEP, Eljabar.com – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus memperkuat sistem validasi data pelayanan kesehatan di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap layanan medis yang cepat, tepat, dan aman. Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalisasi potensi kesalahan medis sekaligus meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.

Komitmen itu diperkuat melalui kegiatan Pelatihan Validasi Data yang digelar di Ruang Pertemuan Smiley lantai 3 RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pengawasan mutu pelayanan kesehatan agar seluruh proses layanan berjalan sesuai standar dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati menegaskan, rumah sakit modern saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan pelayanan, tetapi juga harus memastikan setiap keputusan medis didasarkan pada data yang valid dan akurat.

“Rumah sakit modern tidak lagi hanya bertumpu pada kecepatan layanan, tetapi harus berdiri di atas ketepatan data sebagai dasar setiap keputusan klinis,” ujar dr. Erliyati.

Menurutnya, validasi mutu menjadi fondasi penting dalam sistem pengawasan rumah sakit guna memastikan seluruh layanan kesehatan berjalan aman, efektif, dan sesuai prosedur. Pengawasan tersebut meliputi tindakan medis, penggunaan alat kesehatan, sistem pelayanan, hingga hasil akhir pelayanan kepada pasien.

Ia menjelaskan, proses validasi dilakukan secara berkelanjutan melalui tahapan pengukuran, evaluasi, hingga pembuktian mutu agar kualitas layanan tetap konsisten.

“Tanpa validasi yang kuat, risiko kesalahan medis, infeksi rumah sakit, hingga kejadian tidak diharapkan dapat meningkat dan berdampak langsung terhadap keselamatan pasien,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut, sejumlah titik rawan pelayanan menjadi perhatian utama, mulai dari proses pendaftaran pasien, layanan rawat inap, tindakan operasi, hingga pemberian obat yang harus berada dalam pengawasan mutu secara ketat.

Selain itu, validasi alat kesehatan juga menjadi fokus penting untuk memastikan seluruh perangkat medis bekerja secara presisi melalui proses kalibrasi dan pengujian rutin.

Pihak rumah sakit juga memperkuat validasi rekam medis dan dokumentasi pelayanan sebagai fondasi menjaga akurasi laporan indikator mutu rumah sakit. Program keselamatan pasien turut diperketat, khususnya dalam aspek identifikasi pasien, pencegahan infeksi rumah sakit, serta keamanan penggunaan obat berisiko tinggi.

“Seluruh proses validasi dilakukan secara sistematis mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, analisis data, hingga tindak lanjut perbaikan terhadap setiap ketidaksesuaian yang ditemukan dalam pelayanan,” pungkasnya.

Show More
Back to top button