Kampung Karuhun, Primadona Wisatawan
SUMEDANG, eljabar.com,– Wisata Kampung Karuhun di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menjadi salah satu primadona bagi wisatawan.
Terbukti, di hari kelima libur Lebaran (H+5) atau Minggu 9 Juni 2019, Kampung Karuhun ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Kendaraan roda empat maupun roda dua terlihat memenuhi area parkir Kampung Karuhun.
Dari pantauan eljabar.com, semakin siang, arus lalu lintas menuju lokasi Kampung Karuhun padat, namun hal ini tidak menimbulkan sendatan lalu lintas. Akses jalan ke tempat wisata pun lancar. Para wisatawan yang menggunakan mobil dan motor dengan leluasa dapat berkendara masuk menuju lokasi yang dituju.
Kondisi ini jauh berbeda dengan arus lalu lintas pada Sabtu 8 Juni 2019 lalu, dimana sebelumnya terjadi penumpukan kendaraan dari dua arah hingga menimbulkan kemacetan panjang mencapai hampir 3 km.
Yuyu, wisatawan asal Kota Bandung mengatakan, dirinya sengaja datang bersama keluarga untuk liburan ke Kampung Karuhun setelah bersilaturahmi lebaran dengan sanak saudara di Sumedang.
“Kami tertarik dan penasaran melihat keindahan alam Sumedang, khusunya di Kampung Karuhun yang masih sangat asri. Namun disayangkan, akses jalan menuju wisata sempit, sehingga menyulitkan para pengendara yang akan masuk ketempat wisata,” katanya.
Meski begitu, ia memuji Kampung Karuhun yang memiliki suasana alam asri dan masih terjaga.
“Kekurangannya ya jalan terlalu sempit. Saat berpapasan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan, sulit untuk masuk,” kata Yuyu.
Sementara itu, pengelola obyek wisata Kampung Karuhun, H. Nana mengatakan, libur lebaran kali ini terjadi lonjakan pengunjung yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya.
Nana menyebutkan, mulai dari satu hari sesudah Lebaran hingga Sabtu kemarin, tercatat ada sekitar 5000 orang pengunjung yang datang ke Kampung Karuhun dan puncaknya terjadi hari ini, Minggu 9 Juni 2019.
Dikatakan, rata-rata wisatawan didominasi dari luar Sumedang. Fenomena ini, kata dia, merupakan sebuah perubahan paradigma di masyarakat bahwa saat ini Sumedang menjadi daerah tujuan wisata.
“Jumlah kunjungan ke Kampung Karuhun cenderung mengalami peningkatan. Dari dari total pengunjung yang datang ke sini, justru 60 persen didominasi merupakan orang luar Sumedang. Masyarakat Sumedang juga ada, tapi yang datang ke sini dari luar kota,” jelasnya.
Disinggung mengenai sempitnya akses jalan menuju lokasi wisata, Nana mengharapkan pemerintah dapat segera melakukan pelebaran jalan dan pembangunan terminal wisata, sehingga dapat menampung banyaknya kendaraan dan tidak menimbulkan kemacetan.
“Citengah perlu terminal wisata. Kemarin kami mencatat lebih dari 500 kendaraan masuk ke desa Citengah, mereka balik lagi karena tidak ada lahan parkir. Ini menjadi PR, kedepan kita buatkan dan kita pikirkan terminal desa wisata Citengah” pungkasnya. (Abas)







