DPRD Sumedang Dorong Pemkab Perhatikan Warga dari Dampak Social Distancing Covid-19
SUMEDANG, eljabar.com — Mewabahnya virus Korona di Indonesia, tak hanya berdampak pada orang yang sakit, namun pada rakyat miskin yang sehari-hari koreh-koreh cok (pas-pasan, red) mencari nafkah.
Karena ada social distancing atau pembatasan kerumunan warga hingga liburnya sekolah sekolah, menyebabkan para pedagang yang sehari-hari berjualan di sekolah menjadi gulung tikar.
“Hasil rapat kemarin bersama Pemkab Sumedang, kami mendorong Perubahan anggaran untuk biaya penanggulangan bencana. Tak hanya bagi korban (orang sakit) namun Pemkab juga harus memperhatikan dampak kemiskinan bagi warga kecil,” kata Anggota Komisi I DPRD Sumedang Dudi Supardi kepada wartawan usai menghadiri penyemprotan Disinpektan di Kecamatan Jatinangor.
Menurut Dudi, hasil rapat DPRD memberikan kewenangan kepada bupati untuk penggeseran anggaran. Anggaran itu bisa berasal dari biaya tak terduga, untuk penanggulangan bencana.
“Karena yang berdampak itu orang orang UMKM kecil, seperti pedagang yang biasa dagang di sekolah sehari hari, itu berimbas. Seandainya ada pedagang yang membutuhkan bantuan maka harus diberikan bantuan,” katanya.
Tak hanya itu, DPRD pun memberikan Surat edaran ke desa-desa agar menganggarkan biaya untuk pengadaan penyemprotan Disinpektan dan Sanitizer di tiap desa.
“Jadi anggarannya dari Dana Desa, itu teknisnya terserah kepala desa, silahkan anggarkan untuk penanggulangan Corona, Kalau APBD sudah diketok palu maka dilakukan perubahan APBDes,” ujarnya.
Selama libur, lanjut Dudi, DPRD pun ditugaskan ke lapangan untuk sosialisasi ke masyarakat terkait sosialisasi dan penanggulangan virus corona. Sehingga, meskipun tidak ada kegiatan di kantor, DPRD harus ke lapangan khususnya ke Dapilnya untuk sosialisasi virus Korona. (Abas)







