Regional

Ditengah Pandemi Covid-19, 33 LSM Keluarkan Pernyataan Sikap untuk Hentikan Lelang di Jawa Barat

BANDUNG, eljabar.com — Ketua LSM Pitbuls Indonesia, Cepi Bungsu tak habis pikir, permasalahan epidemik covid-19, tapi dilain pihak masih adanya pelelangan/tender infrastruktur yang dilakukan di Jawa barat  dengan nilai yang sangat fantastis.

“Itu bukan merupakan strategis, apalagi untuk mencegah Covid-19,” kata Cepi kepada redaksi, Selasa (17/4/2020).

“Di tengah Covid 19 ini sangat aneh bisa pelelangan/tender terus berjalan. Lalu apa jadinya bila nanti pemenang tender para pekerjanya di datangkan dari daerah-daerah yang terdampak Covid,” kata Cepi.

Kami berharap, agar semua Anggaran tersebut diatas di tarik dan Anggaran tersebut di upayakan untuk waktu kedepan menghadapi gejala Sosial.

Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri juga telah mengeluarkan Permendagri Nomor 20 tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 di lingkungan Pemerintah Daerah. Begitu juga dengan Menteri Keuangan yang menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 19/PMK.07/2020 tentang Penyaluran dan Penggunaan Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, dan Dana Insentif Daerah TA 2020 dalam rangka penanggulangan COVID-19.

“Atas dasar Inpres dan Permen tersebut, maka sudah sepatutnya pemerintah agar segera melakukan realokasi dan refocussing anggaran tahun 2020 untuk fokus pada pencegahan dan penanggulangan Covid-19,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) Jabar, Yudi Jangkar yang biasa disapa kang Yudi menambahkan, penetapan Pemenang dan Pengumuman lelang dinilai cacat hukum, karena dalam jadwal pelaksanaan lelang tidak sesuai waktunya dan disaat covid-19.

Menurutnya, jadwal terjadi pada saat adanyah wabah masa masih ada lelang pekerjaan? Lelang berlangsung, sementara presiden sudah mengeluarkan intruksi  dan Mendagri sudah mengeluarkan Permendagri dan menteri keuangan PMK untuk itu di fokuskan  Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Cek di LPSE masih berjalan proses lelang di Jabar ini.Yudi meminta, Gubernur Jawa Barat agar lebih jeli lagi terhadap kinerja bawahannya dalam melaksanakan program skala prioritas dan Prorakyat  dalam mengahadapi situasi pandemik Covid 19 dengan tidak mengadakan Tender terselelubung Kemudian,” beber Yudi Jangkar.

Tender yang saat ini tengah berlangsung dan yang sudah berlangsung kata kang Yudi :

  1. Perbaikan 1 Km Peningkatan Jalan Ruas Jalan Sumadra-Bungbulang(5,70 Km) Nilai Hps Rp.30.896.778.773,57 Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat Tahun 2020.
  2. Pembangunan Kantor Bapeda dan Pembangunan Rumah Sakit Jampangkulon

“Pengadaan barang dan jasa yang dilakukan untuk penanganan covid-19 mayoritas ada di dinas kesehatan kata Yudi, kenapa proyek pisik yang masih ada dipertahankan harusnya  pemrov terbuka proyek apa aja itu, masih mungkin atau tidak dilaksanakan, kenapa harus dipertahankan apa betul – betul prioritas,” ungkap yudi.

“Itu membuktikan bahwa Pokja tidak melihat situasi saat ini di Indonesia dan di Jabar khususnya secara baik dan benar. Hal itu jelas-jelas mengindikasikan adanya upaya-upaya untuk memenangkan perusahaan tertentu, karenanya harus dibatalkan dan ditarik ,” tegasnya.

“Kami masih berpikir, bahwasanya ada permasalahan pademik covid 19 ini. Tapi di lain pihak, kami tidak habis pikir masih adanya pelelangan/tender  infrastruktur yang dilakukan oleh Pemprov Jabar dengan nilai yang sangat fantastis dan bukan merupakan strategis, apalagi untuk mencegah Covid-19,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Ketua LSM PMPRI, Joker menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar tidak mengadakan tender yang diduga bisa dikatakan terselubung.

“Sekedar informasi bahwa menurut salah satu pidato Gubernur Jawa Barat bahwa proyek yang tidak berhubungan dengan masyarakat dihentikan dulu untuk sementara. Akan tetapi baru-baru ini ada lelang pembangunan lapangan tenis di ranca bentang di rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Barat. Dan yang anehnya pemenang tendernya sudah ada,“ pungkasnya.

Pernyataan  33 LSM, Ormas dan OKP untuk menghentikan proses lelang jalan di tengah pendemi corona.19 ormas,OKP, LSM  antara lain:

Antara lain :

  1. LSM JANGKAR
  2. LSM TUAR
  3. LSM PMPRI
  4. SIKAP 5758
  5. ORMAS LASKAR BBC
  6. Paguyuban Cepot Motah Indonesia
  7. ORMAS TEKAB BANDUNG
  8. LSM KOREK
  9. LSM PRABU
  10. LSR Sabuk Putih
  11. Manggala Garuda Putih
  12. LSM PITBULL’S
  13. Gerakan Pilihan Sunda
  14. LSM LIDIK
  15. Komunitas AGUS COMMUNITY
  16. LSM Brantas
  17. LSM PORKAS
  18. Paguyuban Sundawani Wirabuana
  19. LSM LGPI
  20. PASKIBAR
  21. PATORADOS 12.7
  22. LSM Gema Sukajadi
  23. LSM KPK Nusantara
  24. Gadjah Putih
  25. Ikatan Warga Satya Indonesia
  26. Gema Peta Indonesia
  27. LSM Laskar Tahta Padjadjaran
  28. Komunitas Asep Asep KAA
  29. AMX Indonesia xavaleri
  30. Lsm PENJARA
  31. DPD Forum Bela Negara RI Kota Bandung
  32. LMPI
  33. LSM GERBANG. ***

Show More
Back to top button