Regional

BNNK Sumedang Latih Kader IVM untuk Tingkatkan Kapasitas Intervensi Berbasis Masyarakat

SUMEDANG, eljabar.com — Untuk meningkatkan Kapasitas Intervensi Berbasis Masyarakat aparatur desa/kelurahan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumedang melakukan pelatihan bagi kader IVM di dua desa dan satu kelurahan di Kabupaten Sumedang.

Kasi Rehabilitasi BNNK Kabupaten Sumedang, Yudi Heryanto AMK SKM mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk membentuk kader kader desa/kelurahan agar paham betul bagaimana menangani pasien (klien) penyalahgunaan Narkoba di wilayahnya.

Sebab, tak sedikit masyarakat kurang paham bagaimana cara mengatasi pasien Narkoba atau yang sudah akut terhadap penyalahgunaan Narkoba.

“Dengan diberikan pelatihan, diharapkan peserta yang hadir ini bisa menularkan ilmunya ke masyarakat luas. Sehingga jika ada orang yang ketergantungan dengan Narkoba, bisa diatasi ditingkat desa,” ujarnya.

Selain itu, pelatihan ini pun berisi bagaimana penyalahgunaan Narkoba, bahaya Narkoba, dan orang yang rentan terhadap barang haram ini. Sehingga, dengan diberikan pelatihan yang langsung dari Badan Nasional Provinsi (BNP) ini diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya narkoba ini.

Yudi menambahkan, karena situasi Covid-19, sehingga pelatihan digelar secara virtual. Jadi, BNNK benar benar melaksanakan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19.

“Selain narsum dari BNP, dari BNNK Kabupaten Sumedang juga ada, ya sama secara virtual,”  katanya.

Menurutnya, pelatihan kapasitas IVM ini hanya digelar di dua desa dan satu kelurahan se Kabupaten Sumedang, yakni di Desa Cibeusi Kecamatan Jatinangor, Desa Tanjungsari, dan Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang utara.

Ketiga desa ini dipilih karena menurut data di BNNK desa ini terbilang rawan penyalahgunaan Narkoba, sehingga menjadi desa binaan desa bersinar (bersih dari Narkoba). Selain itu, karena daerah perkotaan sehingga potensi untuk penyebaran Narkoba sangat rentan terjadi.

“Ya pada intinya, program rehabilitasi korban narkoba bisa dilakukan di tiap desa. Sehingga penekanan dan minimalisir terhadap narkoba bisa ditekan,” katanya seraya menambahkan acara ini digelar dua hari.

Sementara itu Kades Cibeusi, Yoyo Iskandar ST melalui Sekdes Agus Ruhiyat mengatakan acara ini dikhususkan kepada warga masyarakat, tokoh pemuda, bidan desa dan ustad. Tujuannya untuk mengedukasi kepada masyarakat bahwa pencegahan terhadap Narkoba, kalau ada pasien atau klien yang ketergantungan narkoba, jadi bisa mendampingi.

“Pesertanya ada 10 orang, dari kader, karang taruna, tokoh masyarakat, ustad, bidan desa, dan kader PKK. Harapannya agar masyarakat menjado duta Narkoba dan bisa mendampingi pasien Narkoba,” katanya. (Abas)

Show More
Back to top button