Bupati Sumedang Membuka Kegiatan Kongres Kebudayaan Daerah II
SUMEDANG, eljabar.com — Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir membuka kegiatan Kongres Kebudayaan Daerah II yang dilaksanakan di Pendopo IPP Setda, Selasa (27/10/2020).
Dalam sambutannya Bupati Dony mengapresiasi terselenggaranya kongres tersebut yang menurutnya merupakan suatu keharusan dalam suatu organisasi untuk menentukan program ke depan.
“Ini merupakan keharusan sebuah organisasi dalam rangka proses evaluasi dan penentuan program-program selanjutnya. Semoga kongres ini bisa menghasilkan rumusan yang lebih baik untuk kemajuan Kabupaten Sumedang,” ucapnya.
Bupati meyakini kongres sebagai wahana konsolidasi para budayawan yang ada di Sumedang yang berkeinginan untuk memajukan Sumedang dengan rumusan-rumusan, ide-ide dan gagasan-gagasan,” ujarnya.
Dikatakan Bupati, kongres biasanya mengevaluasi perjalanan program kegiatan yang telah dilaksanakan beberapa tahun ke belakang sekaligus merumuskan program-program ke depan yang lebih baik.
“Hasil evaluasi menjadi referensi untuk merumuskan program kegiatan ke depannya. Bahkan lebih baik lagi jika ada target indikator kinerja utama untuk menentukan indikator keberhasilan yang berorientasi pada hasil menuju kepada perwujudan Sumedang Puseur Budaya sunda (SPBS),” paparnya.
Bupati juga berpesan agar SPBS yang telah mempunyai Perdanya dijadikan instrumen untuk mengakselerasi perwujudan SPBS itu sendiri sebagai strategi untuk membangun daerah melalui budaya.
“Perda SPBS ini mengatur bagaimana nilai-nilai budaya dalam menjalankan pembangunan di Sumedang sehingga tujuan membangun bukan hanya fisik semata, namun juga psikis,” tegasnya.
Bupati berharap agar nilai-nilai budaya larut dalam etos kerja masyarakat Sumedang dan terpatri di jiwa masyarakat Sumedang yang unggul.
“Jika Sumedang sudah menjadikan sebagai Puseur Budaya Sunda berarti berada di atas rata-rata kabupaten lainnya. Semangat itu harus ada di jiwa masyarakat Sumedang,” harapnya.
Bupati menilai peran budaya sangat penting di masa pandemi Covid-19 karena budaya sangat menentukan untuk menjaga jiwa.
“Peran budaya sangat menentukan untuk menjaga jiwa, terutama Bonus Demografi di Sumedang. Generasi milenial harus dipatri oleh budaya yang baik. Ini merupakan tantangan kita ke depannya,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kongres yang juga Kadisparbudpora Hari Tri Santosa mengatakan, tujuan dilaksanakannya kongres adalah untuk membangun integritas serta sinegritas berbagai elemen masyarakat dalam pelestarian kebudayaan di Kabupaten Sumedang agar ada kesamaan persepsi dalam upaya mensukseskan SPBS.
“Selain itu, sebagai implementasi dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dalam rangka Perlindungan, Pengembangan, Pemanfaatan serta Pembinaan Kebudayaan,” terangnya.
Hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan dan Sekretaris Daerah Herman Suryatman. (Abas)







