Pemerintahan

Refleksi Akhir Tahun 2020, Pemkab Sumedang Rapat Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan

SUMEDANG, eljabar.com — Sebagai bentuk refleksi akhir Tahun 2020, dilaksanakan Rapat Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan Tingkat Kabupaten Sumedang yang dipimpin Wakil Bupati di Aula Hotel Hergarmanah Cimalaka, Senin (28/12/2020).

Dikatakan Wabup, hampir semua daerah terimbas oleh Covid-19 sehingga target-target penurunan angka kemiskinan pun banyak yang tidak bisa tercapai, termasuk di Kabupaten Sumedang.

“Kita ketahui bersama, bukan hanya di Sumedang saja bahkan di Jawa Barat, lebih luasnya lagi dunia. Semua daerah di Tahun 2020 tidak bisa mencapai target mengurangi kemiskinan disebabkan pandemi Covid 19,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, alokasi anggaran untuk infrastuktur, kesejahteraan dan Rutilahu terkena refocusing.

“Banyak anggaran yang dialihkan untuk penanganan Covid 19 sehingga kemiskinan baru pun bertambah. Salah satu penyebabnya banyak perusahaan yang gulung tikar dan mem-PHK karyawannya sehingga banyak pengangguran. Dengan banyaknya pengangguran, jadi banyak kemiskinan baru,” ungkapnya.

Ia merasa bersyukur bahwa kemiskinan di Sumedang tidak seperti di daerah-daerah lainnya yang mengandalkan dari sektor pariwisata dan industri besar.

“Sumedang masih banyak mengandalkan sektor pertanian. Saya berharap seluruh stakeholders, Kepala SKPD dan Camat, senantiasa mendata penduduk miskin yang baru maupun yang lama perbulan atau per triwulan dari tingkat RT/RW, desa dan kelurahan. Nanti pihak kecamatan mengumpulkan data berapa  angka kemiskinannya supaya kita bisa fokus menanganinya,” ujarnya.

Ia pun memerintahkan agar segera membuat empat kategori yaitu masyarakat mampu, prasejahtera, miskin dan sangat miskin.

“Saya berharap mulai Tahun 2021 ke depan tidak ada lagi masyarakat sangat miskin di Kabupaten Sumedang. Bahkan masyarakat miskin pun harus berkurang. Kita tidak bisa bekerja sendirian, harus keroyokan. Semua SKPD turun untuk membantu penanggulangan kemiskinan ini,” pintanya.

Ia menerangkan  bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Sumedang sekarang sekitar 10,26 dimana tahun sebelumnya 9,05 dan Tahun 2018 9,76.

“Mudah-mudahan Covid 19 segera berakhir di dunia ini dan segera hilang sehingga di Tahun 2021 kita bisa fokus penanggulangan kemiskinan. Saya sudah wanti-wanti kepada Kepala SKPD dan Camat agar di Tahun 2021 harus ekstra kerja keras bagaimana menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Sumedang ini,” terangnya.

Ia juga menambahkan, wilayah yang angka kemiskinannya cukup tinggi berada di daerah Cimanggung dan Jatinangor.

“Padahal mereka kalo dilihat sudah masuk masyarakat perkotaan. Apakah karena daya belinya yang tinggi sehingga tidak mampu membeli. Kalau di daerah lainnya di Sumedang relatif murah untuk biaya hidup sehingga tidak terlalu banyak yang miskin,” tandasnya

Ia berharap semua pihak harus fokus terutama di daerah besar dengan potensi masyarakat yang sebenarnya harus terlepas dari kemiskinan seperti di Cimanggung dan Jatinanggor.

“Banyak sekali di sana lapangan pekerjaan dibanding dengan kecamatan yang lain. Saya prioritaskan warga di sana untuk bekerja di perusahan yang ada di wilayah tersebut, minimal 70 persen dari pekerja harus warga setempat,” harapnya. (Abas)

Show More
Back to top button