Regional

FK3I Jabar Desak KLHK Serius Tangani Permasalahan DAS Citarum-Ciliwung

BANDUNG, elJabar.com — Permasalahan dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) di Citarum menurut Ketua BP Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jawa Barat, Dedi Kurniawan, belum memperlihatkan kinerja yang baik. Citarum semakin hari masih memperlihatkan tingkat kerusakan yang sangat tinggi.

“Program yang ada tidak ditangani secara baik dan tepat sasaran. Para pemangku kebijakan belum sinergis dalam melakukan penanganannya,” ujar Dedi Kurniawan kepada elJabar.com, Minggu (23/05/2021).

Program-program BP DAS HL Citarum menurut Dedi, masih terfokus pada pendekatan fisik. Pemetaan masalah dasar kerusakan Citarum yang teridentifikasi antara lain, permasalahan sampah, permasalahan lahan dan kawasan serta fungsinya, permasalahan limbah dan pembangunan infrakstruktur lainnya yang menjadi program BP DAS HL.

“Justru kami melihat kinerja yang sangat penting adalah edukasI dan pemahaman masyarakat yang penting terus didorong. Pemda dan Pemkot terkait harus diarahkan,” tegas Dedi.

Edukasi dan pemahaman masyarakat yang kami maksud menurut Dedi Kurniawan, yakni edukasi terhadap masyarakat sekitar kawasan sungai dan seluruh masyarakat luas. Termasuk para pemangku kebijakan, mulai dari legislatif dan eksekutif.

“Sehingga melahirkan kebijakan yang tepat sasaran. Karena DAS merupakan sumber kehidupan masyarakat luas dan tak terkecuali,” jelasnya.

Penggunaan anggaran BP DAS HL Citarum-Ciliwung, dinilai Dedi Kurniawan, nyaris menyasar pada penghabisan anggaran yang sia-sia.

Penanaman pohon maupun pembibitan, baik melalui program KBR dan KBD, kegiatan infrastruktur kelola DAS lainnya, nyaris sama sekali tidak menyelesaikan masalah seutuhnya.

“Dan belum lanngsung memberikan edukasi terhadap perilaku masyarakat Indonesia,” sesalnya.

Dengan melihat sejumlah permasalahan tersebut, maka dalam momentum peringatan Hari Citarum, FK3I Jabar meminta KLHK melakukan skema dan pola sesuai dengan karakteristik masyarakat dan pemangku kawasan, serta pejabat yang ada.

“Agar segala aktifitas yang dilakukan tidak sia-sia dan tidak menghabiskan anggaran yang percuma,” pungkasnya. (MI)

 

Show More
Back to top button