Tinggal Finishing, Bendungan Gongseng di Bojonegoro Segera Diresmikan
BOJONEGORO, eljabar.com – Pembangunan Bendungan Gongseng di Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro telah memasuki tahap akhir atau finishing.
Menurut rencana, sekitar bulan September 2021, bendungan tersebut akan dilakukan initial impounding atau pengisian awal sehingga pada pertengahan 2022 sudah dapat difungsikan untuk sarana irigasi sawah di Kabupaten Bojonegoro.
Hal itu dikemukakan oleh Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Tedjo Sukmono seusai mendampingi kunjungan Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Muawanah, yang melakukan peninjauan ke Bendungan Gongseng.
Tedjo Sukmono menjelaskan bahwa pembangunan Bendungan Gongseng saat ini telah memasuki tahap akhir dan tinggal penambahan beberapa fasilitas penunjang bendungan tersebut.
Menurut Tedjo Sukmono pada bulan September mendatang bendungan tersebut sudah dapat diresmikan. Akan tetapi pihaknya belum memastikan kapan tanggal peresmiannya.
Selain itu, pada musim hujan mendatang yang diperkirakan jatuh pada bulan September 2021, bendungan tersebut mulai dapat dilakukan pengisian awal atau initial impounding.
“Rencana September mulai pengisian sekaligus diresmikan. Pengisian butuh waktu dan tergantung pada intensitas hujan,” ujar Tedjo Sukmono.
Tedjo juga menjelaskan bahwa Bendungan Gongseng nantinya diproyeksikan untuk mendukung suplai pengairan pada daerah irigasi Waduk Pacal, sehingga dari dua bendungan tersebut mampu menampung air kabu total sejumlah 46 juta meter kubik.
“Ini merupakan suplai dari Waduk Pacal. Jadi nanti saluran irigasinya sama atau jadi satu kesatuan dengan Waduk Pacal. Sehingga nantinya dari dua bendungan itu total sejumlah 46 juta meter kubik,” kata Tedjo Sukmono.
Untuk diketahui, Bendungan Gongseng berfungsi untuk mendukung suplai pengairan pada daerah irigasi Waduk Pacal.
Bendungan Gongseng nantinya bisa menampung 22 juta meter kubik air dan bisa mengairi keperluan irigasi seluas 6.200 hektare, dengan volume air baku 300 liter per detik, dan berpotensi untuk pembangkit listrik sebesar 0,7 mega watt.
Sementara, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) juga telah melakukan monitoring atas Bendungan Gongseng yang berada di wilayah kerja BBWS Bengawan Solo.
Rangkaian kegiatan monitoring tersebut dipimpin langsung Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech didampingi Kepala Bidang Operasi (OP) dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA), Sri Wahyu Kusumastuti, ST. M.Si, Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA IV, Antonius Suryono, SH, MMT.
Agus Rudyanto menyebutkan bahwa kegiatan monitoring Bendungan Gongseng diadakan dalam rangka pengecekan lapangan.
“Kegiatan lapangan kunjungan kerja di Wilayah Jawa Timur di Bendungan Gongseng dimaksudkan agar pembangunan Bendungan Gongseng dapat berjalan efektif, tentunya dengan kerjasama dari berbagai pihak terkait,” paparnya.
Bendungan yang dibangun dengan tinggi total 34 meter tersebut, selain untuk melayani kebutuhan irigasi dan air baku akan menyediakan air baku, juga akan meningkatkan intensitas tanam sebesar 250 persen, mereduksi banjir hingga 133,21 m3/ detik dan dapat mendukung pengembangan di sektor pariwisata.
Bahkan bendungan tersebut memiliki beberapa manfaat lain dalam rangka pengelolaan SDA berkelanjutan sehingga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*wn/red/bs)







