
SURABAYA, eljabar.com – Virus varian baru dari India ditemukan pada pasien hasil uji swab di Jembatan Suramadu sisi Madura. Virus Covid-19 delta b 16172 asal India tersebut ditemukan pada 3 pasien klaster Bangkalan, Madura.
Ketiga pasien yang tengah dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) sejak 6 Juni 2021 tersebut merupakan gelombang pertama dari penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya. Dua pasien diantaranya mengalami gejala ringan, batuk berdahak dan demam. Sedangkan satu pasien tanpa gejala telah dirawat di RS Bojonegoro sejak 12 Juni 2021.
Ketiga padien yang terjangkit virus varian India atau yang dikenal dengan virus Delta tersebut memiliki CT value 25. Penanganan khusus dan monitoring ketat dilakukan terhadap ketiga pasien. Isolasi dan tes swab PCR dua kali selama 14 hari juga dilakukan oleh RSLI.
Hal ini diungkapkan oleh penanggungjawab RSLI Laksma TNI I Dewa Gede.
“Dengan penanganan yang tepat dan monitoring yang ketat diharapkan semuanya akan menjadi lebih baik,” kata Dewa Gede. Rabu, (16/06/2021).
Menurut Dewa, dengan pengalaman menangani varian dari Inggris dan Afrika Selatan pihaknya meyakini virus Delta akan tertangani.
“Tentu ini juga butuh kerjasama yang baik semua pihak, terutama keluarga,” ujar Dewa.
Hingga 15 Juni 2021, kondisi RSLI terlihat sudah hampir penuh. Jumlah pasien yang dirawat sebanyak 370 orang dan kapasitas bed RSLI sebanyak 400 unit. Bahkan, jumlah nakes yang ada juga tidak sebanding dengan jumlah pasien yang dirawat. Guna mengantispasi kondisi ini RSLI telah meminta tambahan 6 dokter dan 12 perawat.
Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menerangkan, tes swab antigen yang dilakukan di Jembatan Suramadu sisi Surabaya merupakan upaya pencegahan dan penyebaran virus mematikan tersebut.
Febri menambahkan, selama sebelas hari penyekatan Pemkot Surabaya telah melakukan tes rapid antigen sebanyak 27.839 orang. Sebanyak 595 orang dinyatakan positif berdasarkan hasil tes rapid antigen.
Dalam sehari tes rapid antigen yang dilakukan mencapai 4000 hingga 6000 orang. Menurut Febri, penyekatan di Jembatan Suramadu sisi Surabaya akan dilaksanakan hingga batas waktu yang belum ditentukan. (*wn)







