Sekda Sumedang Minta Agar Mempercepat Realisasi Capaian Kinerja dan Anggaran Sesuai Target

Sumedang, eljabar. Com — Sekretaris Daerah H Herman Suryatman selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) meminta kepada para Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Sumedang agar dapat mempercepat realisasi capaian kinerja dan anggaran sesuai target, terutama yang menyangkut proyek-proyek strategis yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Provinsi.
Permintaan itu disampaikan oleh Sekda ketika memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Kegiatan Tahun Anggaran 2021 bersama para Kepala Dinas, Badan, Kantor, Sekretariat dan Camat se-Kabupaten Sumedang melalui zoom meeting, Rabu (23/6).
“Saya minta masing-masing (SKPD) mengakselerasi pelaksanaan kegiatan yang ada. Evaluasi terhadap proses tender yang lambat terutama yang menyangkut program strategis,” ujarnya.
Sekda juga meminta agar SKPD sering berkonsultasi dan berkoordinasi dengan unsur kementerian terkait pemberi DAK dan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait Bantuan Keuangan Provinsi.
“Kita harus aktif, jangan hanya menunggu. Koordnisai dengan Kementerian atau Lembaga pemberi DAK. Koordinasi dengan Provinsi Jawa Barat terkait langkah akseleratif dan preventif kegiatan yang berasal dari Banprov,” katanya.
Ia tidak menginginkan adanya target Indikator Kinerja Utama (IKU) SKPD yang tidak tercapai maupun pekerjaan fisik yang mangkrak.
“Jangan dibiasakan menumpuk pekerjaan di akhir tahun atau bahkan anggarannya tidak terserap. Kita tidak ingin nantinya kita tidak dipercaya lagi baik oleh pemerintah pusat maupun provinsi,” imbuhnya.
Khusus untuk Proyek Strategis Tahun Anggaran 2021, lanjut Sekda, jumlah seluruhnya sebanyak 31 paket meliputi 21 paket pekerjaan dari APBD Provinsi dengan Pagu Anggaran Rp. 232,65 miliar lebih, 1 paket pekerjaan dari DAK dengan Pagu Anggaran Rp. 3,96 miliar dan 9 paket pekerjaan dari APBD Kabupaten senilai Rp. 11 miliar.
“Dari 31 proyek strategis tersebut, 24 pekerjaan berupa kegiatan peningkatan jalan yang statusnya belum lelang, kecuali yang didanai oleh DAK senilai Rp. 3,96 miliar yakni peningkatan ruas Jalan Cicabe- Cisempur Kecamatan Jatinangor dalam tahap review oleh Pokja. Jadi saya minta PUPR selaku perangkat daerah penanggung jawab untuk terus melakukan akselerasi ,” katanya.
Permintaan yang sama ia sampaikan kepada Disparbudpora selaku penanggung jawab proyek strategis pengembangan Destinasi Wisata Jatigede Karang Pakuan-Paku Alam Kecamatan Darmaraja senilai Rp. 15 miliar yang masih belum tender, juga kepada Dishub, Diskominfosanditik dan Disdukcasip.
“Pengadaan ATCS di Dishub belum tender. Begitu juga pengadaan kelengkapan IT untuk Government Command Centre oleh Diskominfosanditik serta alat rekam dan cetak KTP di disdukcapil masih belum tender. Semuanya berupa Banprov. Ini sangat disayangkan jika tidak terealisasi. Padahal di saat daerah lain banyak yang Banprovnya terkena refocusing, kita tidak sama sekali,” katanya.
Sementara itu, proyek strategis Pembangunan Masjid Al-Kamil Panenjoan Kecamatan Jatigede sedang memasuki tahapan relokasi kios para pedagang di lokasi pekerjaan. Adapun Pembangunan Jembatan Panenjoan dan Menara Kujang sedang dalam tender paket pengawasan.
“Ketika berkunjung bersama Bupati ke Panenjoan Pak Gubernur sangat antusias proyek ini segera terwujud. Targetnya januari 2022 sudah bisa digunakan. Apalagi pembukaan MTQ Jawa Barat kita rencanakan di sana. Oleh karena itu, kita akan terus evaluasi secara berkala, baik realisasi anggaran maupun fisiknya,” katanya.(abas)







