Nasional

Bupati Trenggalek dan Kepala BBWS Brantas Resmikan Impounding Bendungan Tugu

TRENGGALEK, eljabar.com – Bupati Trenggalek Mohamad Nur Arifin dan Kdpala BBWS Brantas Mohammad Rizal meresmikan pengisian awal (impounding) Bendungan Tugu di Desa Ngelinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, hari ini Selasa (21/09/2021).

Peresmian impounding bendungan dengan daya tampung 9,3 juta meter kubik dan luas genangan 37,56 hektare tersebut, ditandai dengan ditutupnya pintu conduit pada spillway Bendungan Tugu.

Kepala BBWS Brantas Mohammad Rizal menyampaikan bahwa pembangunan Bendungan Tugu telah selesai 99 persen. Realisasi pembangunan Bendungan Tugu tidak terlepas dari kontribusi dari semua pihak.

“Terutama kepada masyarakat yang telah mengorbankan tanah miliknya untuk pembangunan Bendungan Tugu, begitu juga dengan Perhutani,” kata Rizal, Selasa (21/09/2021).

Selain itu Rizal juga mengatakan bahwa Bendungan Tugu berfungsi untuk memenuhi kebutuhan irigasi sawah seluas 1.200 hektare, air baku sebesar 12 liter per detik serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sebesar 0,4 mega watt dan mereduksi skala debit banjir sebesar 76,21 meter kubik per detik.

“Pengisian awal akan berlangsung selama 2 bulan dan mudah-mudahan pada bulan November Bendungan Tugu sudah diresmikan dan dioperasionalkan,” ucap Rizal.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Mohamad Nur Arifin mengungkapkan, setelah ini semua pihak diharapkan untuk segera menyiapkan jaringan irigasi Bendungan Tugu.

Di samping itu, ia berharap potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung yang memanfaatkan 5 persen area genangan Bendungan Tugu. Floating solar power plant tersebut bisa menghasilkan listrik yang mencapai 7,5 mega watt.

“Floating solar plant bisa dikembangkan untuk menunjang kapasitas PLTMH Bendungan Tugu yang sudah ada, ini juga esuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan potensi energi dari sumber energi terbarukan,” ucap Arifin saat menyampaikan sambutannya.

Peresmian impounding Bendungan Tugu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Forkopimda Kabupaten Trenggalek juga ikut menghadiri acara tersebut.

Sejumlah pejabat dari Ditjen SDA dan yang pernah menjadi Kepala BBWS Brantas tampak hadir memenuhi undangan Impounding Bendungan Tugu Kabupaten Trenggalek.

Mereka adalah Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen SDA Kementerian PUPR, Lilik Retno Cahyadiningsih, Inspektur I Kementerian PUPR Saroni Soegiarto serta mantan Kepala BBWS Brantas, masing-masing Mohammad Amir Hamzah dan Fauzi Idris.

Hingga impounding Bendungan Tugu dilaksanakan, progres pekerjaan pembangunan bendungan itu sudah hampir selesai dikerjakan seluruhnya.

Hingga pemaparan progres pekerjaan Bendungan Tugu pada 16 September 2021 minggu lalu, realisasinya mencapai 97,91 persen. Namun progres tersebut meningkat signifikan dan mencapai 99 persen saat pengisian awal dilaksanakan.

Proses pembangunan bendungan pertama kali di Kabupaten Trenggalek tersebut memakan waktu 6 tahun, terhitung sejak ground breaking Bendungan Tugu pada awal tahun 2014 silam oleh Wakil Menteri PUPR Hermanto Dardak. (*wn)

 

 

Show More
Back to top button