Akhirnya Pondok Pesantren Manarul Huda Usmaniyah di Dusun Pasir Bangkit Kembali – El Jabar

Akhirnya Pondok Pesantren Manarul Huda Usmaniyah di Dusun Pasir Bangkit Kembali

RANCAKALONG,eljabar.com  – Sempat mati suri selama beberapa tahun, Akhirnya pondok pesantren Manarul Huda Usmaniyah di Dusun Pasir RT 05 RW 04 Desa Rancakalong Kec Rancakalong bisa bangkit. Progres kemajuan ponpes ini terlihat dari sejumlah bangunan baru yang mulai dibangun.

Tak tanggung tanggung, dua bangunan megah tiga lantai ini sudah hampir 45 persen selesai. Konon, sudah Rp1 Miliar lebih biaya pembangunan bangunan gedung belajar dan kobong itu. Bahkan, beberapa sarana dan prasarana lainnya siap menyusul.

Tak hanya dari segi bangunan, luas tanah ponpes pimpinan Ustad Usman itu pun berlipat ganda. Yang awalnya hanya 30 tumbak, sekarang sudah 400 tumbak. Dari 400 tumbak itu, sekitar 100 tumbak sudah dibuat bangunan diatas tanahnya.

Menurut Ustad Usman, kebangkitan pesantrennya itu tak lain tak bukan karena pemberian dana dari anak sulungnya bernama Irfan Nawawi. Irfan memiliki usaha aplikasi penghasil uang hingga omzetnya mencapai miliaran rupiah. Dari usaha anaknya itu, pengembangan pesantren dan pendirian yayasan serta madrasah terus ditingkatkan.

“Pendirian pesantren sejak tahun 2000an, Selama hampir 20 tahun gak ada kemajuan di pesantren ini. Ya gak ada modal dan gak boleh minta proposal ke pemerintah. Saya maunya bangun pesantren dari uang pribadi. Alhamdulilah pada 2018 mulai ada perehaban besar besaran pesantren sejak anak saya sukses di bisnis itu,” katanya.

Menurut Usman, kini pesantrenya itu memiliki TK Al Aquran, TPQ, Pesantren, Majelis Taklim, dan semuanya sudah terdaftar di kementrian agama dalam naungan Yayasan Manarul Huda Usmaniyah dan memiliki 120 santri yang mondok setiap hari.

Selama masa pembangunan, para santri belajar di bangunan lama yang kondisinya memang sederhana. Pesantren Salafi ini bercita cita menjadi pesantren yang besar, bermanfaat bagi umat, dan menjadi tempat menimba ilmu dan penyebar agama islam.

“Maunya ada pendidikan formal, namun untuk saat ini masih pesantren aja, pendidikan informal. Karena gak ada yang mengurus, anak anak saya masih sekolah dan pesantren. Anak pertama sudah bekerja, sementara enam lagi masih pesantren ada juga yang masih SD,” ujarnya.

Usman menambahkan, tak hanya berubah dari segi penampilan pondok pesantren, dirinya bersama istri juga sudah daftar naik haji pada 2016 lalu. Namun, sampai sekarang belum ada panggilan juga. Bahkan, anak sulungnya tahun ini mau berangkat umrah. (Bersambung…)

Categories: Pendidikan