Aksebility Atau Akses Ke Tempat Wisata di Kabupaten Sumedang Dinilai masih Sangat Minim Dan Tidak Layak Dilewati – El Jabar

Aksebility Atau Akses Ke Tempat Wisata di Kabupaten Sumedang Dinilai masih Sangat Minim Dan Tidak Layak Dilewati

SUMEDANG,eljabar.com – Aksebility atau akses ke tempat wisata di Kabupaten Sumedang dinilai masih sangat minim dan tidak layak dilewati pelancong. Padahal di Sumedang khususnya di kawasan Cijambu Kecamatan Tanjungsari dan Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan sudah banyak berdiri tempat wisata yang tak kalah menarik dengan tempat wisata lain di Kabupaten tetangga.

Imbasnya, akan ada kekhawatiran para pelancong untuk datang ke tempat wisata kabupaten Sumedang. Seperti yang dikatakan Ketua Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sumedang, H. Nana Mulyana saat diwawancara wartawan di Gedung IPP Kabupaten Sumedang, Selasa (26/10/2021).

“Selain ruas jalan menuju tempat wisata yang kurang luas, kemudian yang kedua kurangnya rambu-rambu penunjuk lokasi ke tempat wisata. Kita tahu kan wisata atau destinasi di Sumedang ini kan sangat minim promosinya, ditambah rambu penunjuk ke tempat wisata. Contoh ada anggota kita di Pamulihan yakni Tempat Wisata Pangjugjugan yang komplain karena tidak ada rambu penunjuk arah. Padahal Pangjugjugan kan hanya beberapa kilo dari jalan raya Sumedang Cirebon,” ujarnya.

Apalagi, ada akses interchange tol Cisumdawu di Ciptasari Pamulihan, sehingga kalau dipasang rambu penunjuk tempat wisata akan mudah diakses masyarakat.

“Kemudian juga di Sumedang itu kan berbukit juga nikung-nikung jalannya, sehingga perlu dipasang rambu-rambu apa namanya kaca cembung. Kemudian disepanjang jalan yang curam ada pagar pembatas jurang. Sehingga dikhawatirkan apabila ada tamu dari luar kota terperosok,” ujarnya.

Kemudian juga yang tidak kalah penting,lanjut Nana adalah bagaimana membentuk kelompok-kelompok masyarakat yang secara khusus memahami wawasan pariwisata. Sebab, selama ini Sumedang fokus kepada fisikly tanpa memikirkan SDM yang menunjang pariwisata.

“Bangunan di sini sudah pada bagus, tapi minim pembangunan sumber daya manusianya. Nah ini kejadian ketika seluruh destinasi harus memiliki sertifikat CHSE ternyata tidak ada satupun kan di Sumedang kecuali Kampung Karuhun. Nah kenapa mereka tidak memiliki kepercayaan tentang sumber daya manusia. Artinya bahwa ketika kita ingin maju pariwisatanya yang harus dibangun terlebih dahulu adalah sumber daya manusianya dulu,” ujarnya.

Berbicara masalah wisata, lanjut Nana, harus berbicara kacamata industri industri pariwisata sehingga menghasilkan 1 produk yang akan bermanfaat bagi banyak orang.

“Saya berharap bahwa masalah infrastruktur diberesin tahun ini, masalah aksesbilitas yang kedua adalah penerangan jalan tolong supaya dibantu. Kita sebetulnya melalui Dinas Pariwisata sudah menyampaikan ya, kita juga tahu bersamalah seperti apa dengan adanya recofusing dan sebagainya,” tandasnya.(Abas)

Categories: Regional