Alhamdulillah, Raihan PBB-P2 dan BPHTB Kota Sukabumi Tahun 2021 Lampaui Target – El Jabar

Alhamdulillah, Raihan PBB-P2 dan BPHTB Kota Sukabumi Tahun 2021 Lampaui Target

SUKABUMI, eljabar.com — Realisasai penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2), dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan (BPHTB), di Kota Sukabumi selama tahun 2021, mampu melebihi target yang sudah ditentukan.

Kepala UPT Pengelolan Pendapatan PBB-P2 dan BPHTB, pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi, Andri Suryandi, mengungkapkan, untuk PBB P2-dan BPHTB kalaui dijumlah mencapai Rp27 miliar lebih, dan hasil evluasi sampai 31 Desember 2021 lalu, ternyata over target.

“Alhamdulillah, untuk PBB-P2, dan BPHTB dari bulan Januari hingga akhir Desember 2021, perolehanya bisa melebihi target yang sudah ditentukan,” ujarnya, Saat dihubungi lewat telepon gengmanya, Selasa (04/01/2022).

Sebagai rincianya, Andri mengungkapkan, untuk PBB-P2, dari target setelah alami perubahan anggaran sebesar Rp8.854.470.000, realisasinya mencapai Rp10.062.860.494, atau sekitar 113,65 persen. Sedangkan untuk BPHTB sendiri, mencapai 118,36 persen, atau dari target Rp14.678.283.150, ternyata sampai akhir Desember 2021, realisasinya sebesar Rp17.373.725.441.

“Capaian target PBB-P2 dan BPHTB ini, tidak lepas dari dukungan seluruh steackholder yang ada. Dan kami mengapresiasi seluruh pegawai dan instansi terkait yang sudah terus membantu pencapaian target ini,”ucap Andri.

Andri juga mengungkapkan, jika di tahun 2022, target PBB-P2 dan BPHTB akan alami penaikan. Dimana untuk PBB-P2 naiknya sekitar 6,09 persen, atau sebesar Rp8.805.470.000, untuk BPHTB sendiri, target yang harus dikejar mencapai Rp14.621.360.000, atau naik sebesar 72,02 persen.

“Jadi, di tahun 2022 ini, untuk target PBB-P2 dan BPHTB akan dinaikan,” terangnya.

Meskipun demikian, pihaknya berupaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor PBB-P2 dan BPHTB. Adapun salah satu upayanya, yakni, melalui peningkatan pendapatan PBB-P2 melalui reklasifikasi, atau penilaian ulang obyek dan subyek baru.

“Mudah-mudahan, dengan seiringnya pemulihan ekonomi di tahun 2022, bisa mendukung penerimaan PAD,” pungkasnya. (Anne)

Categories: Regional