Anggota Komisi IX DPR RI Bersama BKKBN Menggelar Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana Bersama Mitra tahun 2021 – El Jabar

Anggota Komisi IX DPR RI Bersama BKKBN Menggelar Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana Bersama Mitra tahun 2021

SUMEDANG.eljabar.com – Upaya mencegah angka stunting di Indonesia yang semakin meningkat, dan penguatan pendataan keluarga berencana, Anggota Komisi IX DPR RI bersama BKKBN menggelar Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana Bersama Mitra tahun 2021, di Aula Desa Jatimukti, Rabu (10/11).

Menurut Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat itu, Stunting adalah kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan anak normal seusianya. Stunting merupakan kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya dan memiliki penyebab utama kekurangan nutrisi.

“Banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil. Hanya saja, perlu diingat bahwa anak pendek belum tentu stunting, sedangkan anak stunting pasti terlihat pendek,” ujar Linda Megawati.

Menurutnya, stunting dimulai sejak terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma. Jika orang tua mengalami kekurangan gizi, berpotensi mempengaruhi proses tumbuh kembang embrio sejak hari pertama sampai 38 minggu di dalam rahim.

“Bisa juga kebiasaan meroko yang bisa menyebabkan gangguan tumbuh kembang otak bayi di dalam kandungan,” ujarnya.

Hasil rapat terbatas (ratas), kata Linda, pemerintah telah menargetkan program penurunan stunting guna mencapai Indonesia emas di tahun 2045 nanti. Stunting masalah kurang gizi kronis, asupan gizi yang cukup lama 1000 hari sejak kehidupan (sel telur bertemu ovarium) yang menyebabkan kekerdilan dan kinerja otaknya lemah.

“Kondisi stunting di Jabar berdasarkan hasil survei pada 2009 berhasil menurunkan 35,3 Persen. Pada 2018 mencapai 21,1 Persen, dan pada 2019 mencapai 26.2 persen,” ujarnya.

Dia berharap, Sumedang harus turun tingkat stunting pada tahun 2024 dengan zero persen. Sebab, Pemkab Sumedang telah gencar gencarnya melaksanakan sosialisasi penanganan stunting.

“Stunting ancaman juga bagi penerus bangsa. Dampak dari stunting bisa terganggunya pertumbuhan dan perkembangan anak. Gangguan kesehatan dan rendahnya intelektual (kecerdasan). Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan bisa menyelesaikan penurunan stunting di indonesia. Harus kita pahami faktor apa yang menurunkan stunting. Sanitasi dan kebersihan juga mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi,” tandasnya.

Seperti diketahui, acara Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana Bersama Mitra tahun 2021 itu dihadiri Anggota Komisi IX Linda Megawati, Pendamping Pusat Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.SE., M.Sc (Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan BKKBN RI), Pendamping Provinsi Angela Sri Melani Winaryati, SE., MM, Herman Melani, SH., MH.

Narasumber Kabupaten dr. Hj. Anna Hermawati Sabana, M.KM (Sekretaris Dinas PPKB Kabupaten Sumedang) dan tokoh masyarakat Ketua DPC Partai Demokrat Sumedang, H. Otong Dartum GN SE.

Categories: Parlemen