As, Pelaku Penganiaya KH. Umar Basir Alami Gangguan Jiwa

BANDUNG, eljabar.com — Setelah menjalani pemeriksaan kejiwaan, Senin (29/1/2018) As (50) pelaku penganiayaan KH. Umar Basri dinyatakan mengalami gangguan jiwa.

Berdasarkan laporan sementara penyidik, As kerap melaksanakan ibadah, namun terkadang tampak ritual yang dilakukan itu salah.

Seperti diketahui, As menganiaya K.H Umar Basri alias Cengemon di Mesjid Alhidayah, Kp. Santiong RT.03 RW.01, Cicalengka, Kab. Bandung.

Kapolda Jabar, Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto menjelaskan, As datang ke tempat kejadian perkara pada subuh untuk ikut beribadah dengan jamaah lainnya.

“Tiba-tiba As berteriak “Pinarakaeun”, tetapi tenang kembali. Setelah lampu dipadamkan, tinggal korban dan pelaku. Selang beberapa waktu kemudian, diketahui korban telah dianiaya,” jelas Agung.

Disebutkan, As pernah dirawat di RSJ selama 26 hari. Yakni pada 26 Juni 2017 sampai 24 Juli 2017. Namun, riwayat pengobatan tidak teratur.

“Berdasarkan keterangan keluarga, As mempunyai riwayat gangguan jiwa berat sejak 15 tahun yang lalu,” tegasnya.

Sementara itu, dokter yang memeriksa, dr. Leony Widjaja, Sp.KJ menjelaskan, dari hasil pemeriksaan As juga didapati menderita darah tinggi dan terdapat luka memar dan luka lecet di tangan kanan.

Dari hasil pemeriksaan spikiatrrikus selama observasi psikiatrik, As menjalani wawancara dengan duduk tenang. Tetapi perilakunya kurang sopan dan kurang dapat menjawab pertanyaan.

“Sikap terhadap pemeriksan kurang kooperatif. Sedangkan mood belum dapat dinilai, efek berubah-rubah dari marah ke sedih,” jelasnya.

Ditambahkan, karakteristik bicara As selama wawancara sebenarnya dapat menjawab pertanyaan, tapi tidak nyambung. Dia berpindah pindah ide.

“Bentuk pikiran tidak bisa membedakan dunia hayal dan dunia nyata, jalan pikiran tidak nyambung, tidak konsisten kadang melompat-lompat, isi pikiran terdapat ide kebesaran atau rasa bersalah,” tuturnya.

As pun merupakan seorang penderita gangguan jiwa berat dan hipertensi.

“Hasil konsultasi dokter spesialis saraf, pasien dalam keadaan compos mentis (sadar penuh). Saat ini belum jelas kelainan, memori diagnosis sementara pseudo demensia. Hasil pemeriksaan CT scan dalam batas norma,” katanya.

Dari hasil rangkaian pemeriksaan dan observasi, disimpulkan bahwa As saat ini penderita gangguan berat. (BNH)

Advertisement

Categories: Uncategorized