Bantu Penanganan Sampah, Dansektor 11 Undang Koordinator TPA Sarimukti

KBB, eljabar.com —  Dansektor 11 Kol. CAJ. Firman Adil saat mengundang Koordinator TPA Sarimukti Udin Syarifudin di Poskonya, Kp. Kiarakidul Rt. 01/05 Mandalawangi, Cipatat, Sabtu (22/6) mengemukakan, dalam penanganan pencemaran akibat sampah yang menumpuk di wilayah tugasnya, telah memiliki pola.

Dansektor berkeinginan setiap regu memiliki tempat pembuangan sampah sementara (TPS) berbentuk container sehingga di wilayahnya yang memiliki 9 regu akan dibangun 9 container dan harus memiliki juga tenaga pengambil sampah ke rumah-rumah penduduk.

Tenaga pengambil sampah itu harus dilengkapi dengan gerobak pengangkut sampah. Oleh karena itu, kata Dansektor, penduduk dianjurkan untuk mengereseki sampah dan jika sudah penuh digantung di pagar agar petugas mudah mengambilnya.

Bantu Penanganan Sampah, Dansektor 11 Undang Koordinator TPA Sarimukti (1)
Koordinator TPA Sarimukti, Iwan Syarifudin.

“Masalahnya sekarang, kami harus mampu mengubah mindset masyarakat di sini agar tertib dan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai,” kata Kolonel Firman.

Sementara itu, Koordinator TPA Sarimukti, Iwan Syarifudin menyatakan dalam pertemuan itu ia memberi pandangan tentang keberadaan TPA Sarimukti yang masuk wilayah Sektor 11, saat ini sudah overload dengan sampah.

Untuk itu, ia berharap ada solusi bagi TPA ini apalagi dalam kaitan dengan program Citarum Harum di Sektor 11 yang bisa menjadi sumber pencemaran walau TPA ini memiliki pengolah sampah sendiri

Iwan berpendapat, walau begitu tetap harus berkoordinasi dan komunikasi dalam masalah penanganan pencemaran.

Namun jika ditinjau dari Standar Operasional Prosedur, baik mengenai sampah, air limbah dan pemulungnya harus sesuai dengan panduan dari pusat.

“Di lapangan kami berusaha meminimalkan pencemaran terhadap sungai. Lindih biar masuk dulu ke kolam lindih dan nanti di sini diolah,” kata Iwan.

Saat ini, katanya, yang jadi masalah adalah sampah yang overloaded harus ada solusi guna perluasan tempat dan sudah dibicarakan di pusat. Namun belum ada titik temu antara pusat (Jawa Barat) dengan Perhutani.

Ia berpendapat, jika perluasan belum bisa dilaksanakan harus pindah tempat dengan rencana ke Legoknangka. Karena itu, diharapkan segera ada solusinya karena TPA sudsh overloud.

Kepada Satgas Sektor 11 hanya berharap percepatan penanggulangan pecemaran yang masuk ke Citarum, misal pabrik pupuk kotoran ayam ada di pinggir sungai Cimeta.

“Untuk itu, kami berharap dalam masalah ini Dansektor 11 segera berkomunikasi dengan pusat,” Iwan Syarifudin berharap. *red

Advertisement

Categories: Regional

Tags: ,,,