Beritakan Media Indonews Secara Sepihak, Dewan Pers: Itu Kualitas Jurnalis Buruk – El Jabar

Beritakan Media Indonews Secara Sepihak, Dewan Pers: Itu Kualitas Jurnalis Buruk

JAKARTA, eljabar.com,– Sejumlah media online lokal menyajikan pemberitaan dengan judul, isi naskah, dan gambar nyaris sama, yakni “Media Online Koranindonews Kangkangi UU PERS, Ditunggu Itikad Baik Untuk Menyelesaikan Berita Yang Sudah Marak atau Viral”.

Atas berita tersebut, pihak Indonews mengaku merasa dirugikan lantaran tidak dikonfirmasi pihak media yang memberitakan. Selain itu, dalam berita juga dinilai tidak mengedepankan azas praduga tak bersalah seperti pad ketentuan kode etik jurnalistik sebagaimana tercantum pada poin 3 yang berbunyi: “Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah”.

“Kami tidak merasa dikonformasi sejumlah media yang memberitakan media online kami. Mereka yang memberitakan, kami nilai belum tahu persis duduk perkara persoalan ini. Mereka hanya menyajikan berita secara sepihak, sehingga hal itu merugikan INDONEWS,” ujar Wakil Pemimpin Redaksi Indonews, Boni A. Hermawan, kepada wartawan, Jumat.

Lulusan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers angkatan tahun 2020 itu mengaku sudah mengadukan masalah ini ke pihak Dewan Pers.

“Kita juga dalam waktu dekat akan layangkan Hak Jawab atas pemberitaan sejumlah media lokal tersebut demi nama baik media kami. Kita sudah komunikasi dengan Dewan Pers dan direspon baik oleh Wakil Ketua Dewan Pers, pak Hendry Ch. Bangun Bangun,” jelasnya.

Mengutip hasil konfirmasi INDONEWS dengan dewan pers, Hendry Ch. Bangun-Bangun mengatakan, kemunginan berita yang disajikan sejumlah media lokal terhadap Koranindonews tersebut melanggar kode etik.

Salah satunya, dalam penggunaan gambar di berita media online tersebut menggunakan ilustrasi berbau pornografi dan pelecehan. Dimana terlihat tulisan UU PERS ditempatkan di bagian kelamin gambar wanita.

Gambar ilustrasi yang digunakan sejumlah media online dalam pemberitaan. (foto: Istimewa)

“Mungkin itu melanggar kode etik. Tapi biasanya dianalisis dulu oleh panel ahli Dewan Pers,” jelas Hendry Ch. Bangun Bangun yang dikonfirmasi Indonews, Jumat (6/8/2021).

Terkait kesamaan judul, isi naskah dan gambar pada sejumlah media online yang memberitakan Indonews, Hendry juga mengatakan, bahwa media dalam membuat berita harus independen, tidak plagiat, dan memuat rilis dengan mentah.

“Rilis hanya bahan untuk diolah, digarap, diperkaya dengan data atau pandangan narsum lain. Kalau sama, berarti kualitas jurnalistik buruk dan berpotensi melanggar kode etik,” ujar dia.

“Memuat berita yang tendensius, merugikan pihak lain, harus berimbang, dikonfirmasi ke pihak yang berpotensi merugikan, agar tidak melanggar kode etik,” pungkas Hendry. (Yadi)

Categories: Nasional